Sukses

Pilihan Metode Kontrasepsi

19 Oct 2014, 11:11 WIB
Wanita, 29 tahun.
Dok,sebentar lagi saya akan menikah.., kami punya kepekatan bahwa akan menunda kehamilan dulu. alat kontrasepsi apa ya dok yang sebaiknya saya pakai? terima kasih dokter..,
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Saudari yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Kontrasepsi yang dapat Anda gunakan memiliki banyak varian, diantaranya adalah jenis mekanik atau hormonal. Dapat berupa, pil, suntik, ataupun IUD. PIlihan kontrasepsi tergantung Anda, pertimbangkan risk and benefit dari penggunaan kontrasepsi tersebut. Kontrasepsi yang lebih sesuai untuk perempuan muda yang mengharapkan kontrasepsi jangka pendek antara lain:

  • Kontrasepsi hormonal (pil atau suntik)
  • Barrier (penghalang)

Metode kontrasepsi barrier contohnya adalah kondom (untuk pria) dan diafragma (untuk perempuan). Metode ini, tingkat kegagalannya tinggi jika pemakaiannya tidak benar. Sedangkan pemakaian diafragma juga memiliki risiko terjadinya infeksi pada kemaluan jika pemakaiannya tidak bersih.

Pilihan metode berikutnya adalah kontrasepsi hormonal, baik berupa pil maupun suntikan. Pil yang digunakan dapat berupa pil kombinasi hormon estrogen-progesteron maupun pil progesteron saja. Sedangkan hormon suntik yang diberikan adalah progesteron. Tiap-tiap jenis kontrasepsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Pil progesteron saja biasanya digunakan oleh wanita yang menyusui, kekurangannya adalah penambahan berat badan, jerawat, kecemasan, angka kejadian terjadinya perdarahan tidak teratur tinggi, dan efektivitasnya lebih rendah dibandingkan yang kombinasi. Kekurangan ini tentunya juga ditemukan pada progesteron suntik. Namun suntikan hanya perlu dilakukan tiap 3 bulan. Sedangkan keuntungan dari pil kombinasi adalah sangat efektif, mencegah kanker indung telur dan kanker endometrium, menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi, menghaluskan kulit dengan jerawat sedang.

Namun, ada keadaan-keadaan dimana penggunaan pil kombinasi ini tidak dianjurkan, seperti tekanan darah tinggi, riwayat migren, riwayat kanker payudara, dll. Perlu diperhatikan bahwa pengembalian kesuburan pada pemberian pil kombinasi dan progesteron suntik bervariasi, antara 3 - 12 bulan setelah kontrasepsi dihentikan.

Haid tidak teratur memang merupakan salah satu efek samping dari pil KB, meskipun biasanya lebih sering pada penggunaan KB suntik. Efek samping lain yang juga dapat ditemukan, antara lain:

  • Spotting atau keluarnya bercak-bercak darah di luar siklus menstruasi
  • Rasa nyeri payudara
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Rasa kembung
  • Peningkatan berat badan (jadi harus meningkatkan aktivitas fisik)

Pemilihan metode KB memang sangat individual, karena efek samping yang terjadi dapat berbeda-beda pda masing-masing wanita. Untuk itu, Anda dapat terus mengkonsultasikan hal ini dengan dokter Anda untuk mendapatkan metode KB yang paling sesuai untuk Anda. Efek samping KB bisa bervariasi, diantaranya flushing atau kemerahan muka.

Kami sertakan artikel Kontrasepsi untuk informasi lengkap Anda.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (PNA)

Salam,

Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar