Sukses

Infeksi Saluran Kemih

21 Feb 2014, 12:56 WIB
Wanita, 31 tahun.
Saya ada keluhan seperti ini dok. Sekitar 4 tahun yg lalu saya pernah dioperasi usus buntu. selama ini saya tidak ada keluhan sakit ataupun merasa tidak nyaman di sekitar bekas operasi. tapi sekitar 1 bulan yg lalu saya mendadak terserang demam tinggi selama sehari(gejala meriang+ sangat pusing+kepala rasa berat+panas tinggi+tenggorokan rasa terbakar). setelah sembuh saya mulai merasa tidak nyaman di bagian perut kanan sebelah bawah (dekat tempat operasi).terutama setelah makan dan duduk dlm waktu lama, perut kanan bawah saya rasanya nyeri seperti disayat dan di dalam perut saya panas. sudah sekitar 4 minggu saya merasa sakit, rasa sakitnya trus meningkat sampai mengganggu aktivitas kerja. saya sudah berobat ke dokter penyakit dalam dan sudah di USG. hasilnya tidak ada masalah pada organ dalam saya (ginjal saya bagus). tapi berdasarkan tes urine, ditemukan leukosit yg tinggi dan saya di diagnosa terkena infeksi kandung kemih. saat ini saya diberikan obat antibiotik dan pengurang nyeri oleh dokter dan masih saya konsumsi. tapi saya masih merasa nyeri pada perut saya. saya kurang mengerti dok, bagaimana bisa dari pencernaan ternyata malah menjadi infeksi saluran kemih, dan saya tidak pernah ada keluhan atau masalah buang air kecil. untuk BAB biasa 1x sehari. tolong bantuan dan saran dari dokter.

Saudari yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Adanya bakteri pada pemeriksaan urin atau urinalisis dapat menunjukkan adanya infeksi saluran kemih. 

Infeksi saluran kencing (ISK) menyebabkan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kencing dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kencing adalah minum sedikit, higienitas yang buruk, sering menahan BAIK, dan hubungan seksual yang tidak sehat. Secara umum, penyakit ini tidak menular.

ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dan terbagi menjadi dua macam;

  1. ISK atas:  gejala berupa demam, menggigil, nyeri perut, nyeri pinggang, terkadang terasa ingin muntah. Radang / infeksi terdapat pada ginjal.
  2. ISK bawah: gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), kencing sakit terutama pada akhir kencing, anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan rasa masih ingin kencing lagi, walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air kemih yang keluar, sering berkemih, dan demam jika sudah berlanjut. Radang terdapat pada kandung kemih atau saluran kemih.

Namun, infeksi saluran kemih juga dapat timbul tanpa gejala dan baru terdeteksi dari hasil urinalisis. Hasil ini pun tergantung cara penampungan sampel urin. Untuk memastikan adanya infeksi saluran kemih, dapat dilakukan pemeriksaan kultur urin. 

Tindakan yang dapat dilakukan pertama kali adalah meningkatkan asupan cairan (air putih) minimal 1,5-2L/hari dan tidak menahan BAK. Peningkatan asupan cairan dalam hal ini ditujukan untuk membilas kuman ataupun cikal bakal batu yang mungkin terdapat pada saluran kemih. Jangan pernah menahan kencing, segeralah ke toilet jika Anda merasakan sensasi untuk BAK.

Apabila setelah melakukan saran di atas Anda masih memiliki keluhan nyeri ketika BAK tersebut, maka kami sarankan untuk berkonsultasi langsung ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut, beberapa kondisi mebutuhkan antibiotik untuk mengatasi infeksi saluran kemih.

Berkaitan dengan pertanyaan Anda mengenai hubungan antara saluran penceranaan dan saluran kemih, keduanya berada di daerah yang berbeda dan merupakan organ yang berbeda. Infeksi saluran kemih yang Anda alami bukan karena riwayat infeksi usus buntuk yang Anda alami, apalagi sudah dilakukan operasi, maka tidak ada kaitannya. Seperti yang sudah disebutkan di atas, ISK menimbulkan gejala nyeri perut dan sebagainya, sehingga seringkali salah dikira sebagai gangguan saluran pencernaan. 

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (DK)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar