Sukses

Risiko Anak Tidur Diayun

20 Oct 2014, 04:54 WIB
Pria, 30 tahun.
dok, saya punya anak umur baru 2 bulan. yg saya mau tanyakan klou anak saya tidur sambil di ayun-ayun itu bisa beresiko untuk otak nya ga dok? mksh sebelum nya, saya harap jawaban nya.

Terima kasih atas pertanyaan anda, 

Tidur diayun tidak berbahaya jika ayunan lembut (tidak terlalu kencang) dan dalam batas tertentu serta bertujuan untuk membuat anak merasa nyaman. Namun, ayunan yang terlalu keras dapat menyebabkan shaken baby syndrome (SBS) yang dapat berakibat fatal dan menyebabkan perdarahan otak. Struktur tubuh bayi masih sangat lemah, guncangan/ayunan kuat dapat menyebabkan tarikan/regangan antara otak dan selaput otak dan robeknya pembuluh darah. Gejala yang muncul berupa perdarahan di retina, muntah, menangis keras, penurunan kesadaran.

Sebetulnya, bayi/anak tidak perlu diayun-ayun karena mereka akan tidur dengan sendirinya jika mengantuk dan merasa kenyang, terutama pada bayi baru lahir (2-3 bulan). Sebaiknya biasakan untuk membiarkan anak tidur secara alami tanpa mengayun. Kebiasaan mengayun/menggendong yang terlalu sering juga dapat membuat anak terikat pada ibu dan dapat mengurangi rasa percaya diri dan kemandirian anak di masa mendatang.

Kecerdasan seorang anak ditentukan oleh tiga hal, yaitu genetik (keturunan), stimulasi dan nutrisi. Pasokan nutrisi dalam hal ini dapat dipenuhi dari makanan bergizi yang mengandung zat-zat yang penting untuk perkembangan tubuh dan otak. Khusus untuk otak zat docosahexaenoic acid atau DHA diketahui sangat baik untuk merangsang otak anak. DHA terutama terkandung di dalam ikan terutama salmon, rumput laut, minyak canola, biji rami, dan lain-lain. Banyak produk makanan dan minuman anak yang juga sudah disuplementasi dengan DHA. Terdapat beberapa suplemen yang tersedia di pasaran yang dapat dikonsumsi oleh anak. Diskusikanlah dengan dokter anak Anda mengenai hal ini sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi produk suplementasi.

Berikut kami lampirkan artikel yang berkaitan dengan pertanyaan Anda:

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan, semoga bermanfaat. (DK)

Salam, 

Tim Redaksi Klik Dokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar