Sukses

Kista Ovarium Bisa Hamil?

20 Oct 2014, 09:40 WIB
Wanita, 25 tahun.
dok.....tanya dok.... penderita kista ovaruim apa bisa hamil dok

Ibu/saudari yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kista ovarium atau kista indung telur adalah kantung yang berisi cairan yang ditemukan di ovarium. Selama fase menstruasi, ovarium akan menghasilkan telur dari pematangan kantung yang disebut folikel. Kebanyakan dari kista ini tidak berbahaya atau dibilang sebagai kista yang fungsional. Hanya sekitar 4-10% yang mengalami gangguan kista serius seperti PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome).

Kista yang fungsional dapat tumbuh sampai sebesar 6 cm namun umumnya tidak memerlukan terapi dan akan menghilang dalam jangka waktu beberapa bulan. Kista ini hanya memerlukan observasi saja dan pemeriksaan USG rutin untuk mengawasi pembesaran dari kista. Apabila kista semakin kecil atau menghilang maka tidak diperlukan terapi apapun.

Terapi pembedahan baru dipertimbangkan pada kista berukuran > 6cm dan tampak membesar atau tidak mengecil (ukuran tetap) setelah 2-3 siklus menstruasi. Selain itu, tindakan operasi juga dapat dilakukan apabila timbul keluhan nyeri. Cara lainnya adalah dengan menggunakan pil kontrasepsi untuk mengurangi kemungkinan timbulnya kista baru. Untuk penanganan yang tepat bagi anda sebaiknya anda konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan.

Apakah masih bisa hamil?

Beberapa jenis kista ovarium memang dapat mengganggu kesuburan, namun tidak selalu terjadi dan sebagian besar jenis kista ovarium tidak menyebabkan gangguan kesuburan (masih bisa hamil). Terdapat beberapa jenis kista ovarium:

Kista ovarium yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan adalah:

  • Endometriosis
  • PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

Kista ovarium yang tidak menyebabkan gangguan kesuburan:

  • Kista fungsional
  • Kistadenoma
  • Kista dermoid

Perlu dipastikan jenis kista, ukuran kista, dan kondisi organ reproduksi Anda yang lainnya untuk menilai kemungkinan hamil. Sebaiknya konsultasikan masalah Anda dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk penilaian dan terapi lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat. (DK)

Salam

Tim Redaksi Klikdokter


    0 Komentar

    Belum ada komentar