Sukses

Gangguan Napas Saat Tidur

10 Feb 2014, 14:46 WIB
Pria, 26 tahun.
permisi dok, sebelum bertanya saya ingin menceritakan lebih detail tentang penyakit saya. semenjak berat saya bertambah dari dulunya 50an kg menjadi 70an kg tidurku sering mendengkur dan sering terjadi pilek dan flu tiba2.. misal pada pagi hari sehabis bangun tidur, dan terkadang apabila tempat yg berdebu.. juga membuat hidung tiba2 mampet dan pilek... dan sekarang pada saat beratku bertambah lagi di 80+ diperparah dengan seringnya pada saat tengah malam, saya tiba2 bangun dan sesak nafas, biasanya saya tidur jam 10 atau jam 1 malam.. dan bangun jam 8 atau jam 10 pagi.. dan sesak nafas sering sekali terjadi pada saat jam 3 sampai jam 6 pagi saja.. 3 bulan belakangan ini saya sering mengkonsumsi obat asma sejenis asmasoho ataupun neo napacin pada saat malam hari saja.. itu sangat membantu saya tidur dari malam sampai pagi tanpa terbangun karena sesak nafas. dan apabila saya tidak mengkonsumsi obat tersebut, tengah malam nya pasti asma akan kambuh lagi.. pernah kemarin pada saat natal saya batuk berat, jadi saat mengkonsumsi obat batuk yg dapat meredakan batuk berdahak.. jadi saat batuk tersebut saya derita selama 1 minggu.. dahak di dalam tenggorokan dan tubuh saya berasa keluar semua, banyak sekali lendir dahak yg dikeluarkan karena batuk tersebut... setelah batuk agak reda.. saya lupa mengkonsumsi obat asma pada malam hari.. dan pada keesokan harinya saya tidak terbangun karena sesak nafas pada tengah malamnya... dan itu berlangsung selama kira2 2 minggu saja.. setelah itu, saya merasa sering pilek.. jadi saya berpikir kalau dahak atau lendirnya ngumpul lagi.. jadinya saya sering asma lagi. kira2 apa yah solusinya dan penyakit apa yg saya derita.. ? dan apabila rekomendasi kedokter.. saya harus ke dokter spesialis apa ya ? terima kasih klikdokter.com :)
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Bapak/Saudara yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Mendengkur dapat disebabkan oleh berbagai hal, namun yang paling mendasar adalah adanya getaran  dari jaringan dan otot saluran pernapasan akibat tersumbatnya jalan napas selama tidur. Pada mereka dengan berat badan berlebih juga dapat terjadi sumbatan jalan napas yang dapat menjadi penyebab mendengkur dan juga dapat menyebabkan sumbatan jalan napas saat tidur atau dikenal dengan OSA (Obstructive Sleep Apnea).

Berikut artikel yang dapat Anda akses sehubungan Mendengkur:

Berbahayakah Dengkur Anda?

Bahaya Mengorok

Adapun sumbatan jalan napas dapat terjadi pada beberapa keadaan berikut:

  • Lemahnya otot di saluran pernapasan yang menyebabkan saluran pernapasan menutup ketika tidur (karena merokok)

  • Gangguan posisi rahang yang dapat disebabkan oleh otot yang tegang

  • Obesitas yang menyebabkan deposit lemak di sekitar saluran napas dan leher yang pendek

  • Sumbatan mekanik di saluran napas, seperti amandel, kelenjar adenoid

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi mendengkur terbagi atas non-bedah dan bedah.

A. Non-bedah

1. Perubahan tingkah laku/gaya hidup: 

  • Latihan olahraga untuk memperkuat otot-otot dan mengurangi berat badan. Apabila berat badan Anda naik lalu Anda menjadi mendengkur, maka solusi termudah adalah dengan mengurangi berat badan sekitar 2-5 kg

  • Hindari alkohol, makan berlebihan, atau snack 4 jam sebelum tidur. Alkohol dapat meningkatkan relaksasi dari otot palatum (langit-langit mulut), lidah, leher, dan faring. Semakin otot ini berelaksasi maka jalan napas akan semakin kolaps atau mengecil dan getaran dari jaringan akan semakin hebat.

  • Hindari obat penenang, obat tidur maupun anti histamin sebelum tidur (sama dengan alkohol)

  • Hentikan merokok

  • Tidur dengan posisi miring

  • Meninggikan bagian kepala dari tempat tidur sekitar 10 cm

2. Menggunakan berbagai alat bantu yang ada: 

  • dental devices,

  • nasal devices,

  • Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) hidung

B. Bedah

Tindakan operasi adalah pilihan terakhir yang dapat dilakukan untuk mengurangi penderita mengorok saat tidur, terutama apabila gangguan yang ada dilatarbelakangi oleh keunikan anatomi. Tindakan pembedahan yang dapat dilakukan untuk memperluas jalan napas atas antara lain adalah:

  1. Operasi hidung,

  2. Operasi palatum, dengan atau tanpa tonsilektomi,

  3. Operasi reduksi pangkal lidah,

  4. Operasi maksilomandibular,

  5. Trakheotomi.

Cobalah dengan cara-cara sederhana seperti tidur dengan posisi miring, meninggikan bantal kepala atau menggunakan 2 bantal kepala sehingga posisi kepala lebih tinggi, berolahraga dan menghindari konsumsi makanan/alkohol dalam 4 jam sebelum tidur. Jika cara-cara tersebut tidak berhasil, Anda dapat mengunjungi dokter untuk pemeriksaan fisik lebih lanjut dan pemeriksaan penunjang lebih lanjut seperti foto x-ray/MRI saluran napas.

Selain itu, berdasarkan keterangan yang Anda berikan, kami menduga bahwa Anda mengalami rinitis alergi. Rinitis alergi merupakan bagian dari reaksi alergi yang ditandai dengan bersin berulang, keluar ingus encer dan banyak, hidung tersumbat, mata gatal dan kadang berair memang dapat sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Pada rinitis alergi, memang setelah dicari apa yang menyebabkan terjadinya alergi tersebut, perlu dilakukan penghindaran agar kejadian alergi tidak terjadi berulang-ulang. Salah satunya adalah udara dingin pada pagi hari. Anda dapat mengatasinya dengan sebisa mungkin berada di tempat-tempat yang hangat atau menggunakan pakaian hangat.

Jika tindakan untuk menghindari alergen penyebab gagal untuk Anda lakukan, Anda dapat menggunakan beberapa obat-obatan untuk mengatasi gejala rhinitis alergi, dengan mengunjungi dokter untuk pemeriksaan sehingga dokter dapat menetukan obat yang sesuai dan untuk evaluasi mengenai keluhan batuk berdahak Anda lebih lanjut apakah disebabkan karena laergi atau ada hal lainnya.

Kunjungi dokter Anda untuk mendapatkan beberapa pilihan obat lain yang penggunaannya harus berada di bawah pantauan dokter Anda.

 

Kami sertakan artikel berjudul Rinitis Alergi/Alergi Hidung untuk informasi selengkapnya.

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar