Sukses

4 Bulan Tidak Haid

19 Oct 2014, 05:35 WIB
Wanita, 24 tahun.
dok,, saya sudah 4 bulan tidak haid.. saya masih single dan pertama kali berhenti haid saat tinggal di negara 4 musim yang suhunya sangat drastis,, dan sekarang sudah 1 bulan saya kembali k indonesia namun juga tidak haid.. selama tinggal d negara 4 musim berat badan saya naik 5 kg dibanding biasanya.. selama saya dinegara 4 musim,, saya merasa tidak stress dan bahkan lebih senang menjalani hidup disana.. kira-kira apa penyebabnya tidak haid? thx
dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea atau jumlah darah menstruasi sedikit), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa.

Faktor-faktor risiko terjadinya amenore sekunder antara lain:

  • Aktivitas fisik yang terlalu berat (ekstrem)
  • Terlalu kurus (lemak tubuh kurang dari 15 – 17%). Keadaan ini mempengaruhi proses pembentukan hormon. Jika seorang perempuan mengalami kelainan makan, seperti anoreksia atau bulimia, perubahan hormonal yang disebabkan dapat berujung pada berhentinya menstruasi.
  • Obesitas. Adanya jaringan lemak yang berlebih pada seorang yang mengalami obesitas juga mempengaruhi proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur).
  • Stress psikis. Stress dapat mempengaruhi fungsi hipotalamus sehingga menstruasi berhenti. Karena itu jika stress berkurang, menstruasi muncul kembali.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antidepresan, antipsikotik, obat kemoterapi, dan kortikosteroid oral.


Kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk dilakukan wawancara medis mendetil, pemeriksaan fisik, dan  pemeriksaan penunjang yang diperlukan sehingga segera diketahui apa yang menjadi penyebab amenore sekunder Anda. Amenore sekunder memang dapat menjadi penyebab ketidaksuburan pada wanita, untuk itu, semakin cepat diketemukan penyebabnya maka dapat segera mendapatkan penanganan yang optimal.

Demikian informasi yang kami  dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter


    0 Komentar

    Belum ada komentar