Sukses

Keguguran

28 Jan 2014, 15:56 WIB
Pria, 29 tahun.
Siang dokter, Saya mau tanya..Begini kronologinya : Tgl 20 Desember 2013 istri test dan ternyata dinyatakan hamil oleh dokter spesialis (SPOG) dan setelah di USG usia janinya sekitar 7 minggu..akhirnya dikasih penguat oleh dokternya..dan tgl 10 januari disuruh kontrol kembali.. Tgl 10 Januari 2014 kami kontrol kembali kepada dokter tersebut dan kembali di USG..dan hasilnya bagus sesuai perkembangan dan mulai ada detak jantungnya? Namun tgl 23 Januari Istri saya mlmnya mengalami batuk yang lumayan intens sampai tidak bisa tidur. pagi2 istri saya buang air kecil namun pas dilihat warna air seninya hitam..dan setelah dipegang ada darah(flex). Akhirnya pagi itu juga tgl 24 Januari 2014 kami langsung kontrol kembali..namun bukan kepada dokter yang biasa kami kontrol dikarenakan beliau sedang penuh pasiennya, lalu kami memutuskan kedokter spesialis lainnya..Setelah diperiksa hasilnya membuat kami sedih katanya bayi kami sudah tidak ada di usg bahkan sampai dicari detak jantungnya sudah tidak ada..kata dokter tersebut janin kami di diagnosa Kematian Mudiga.. Pertanyaan kami adalah: 1. Kira-kira apa penyebab kematian janin kami tersebut? 2. Kenapa bisa tiba2 kejadiannya-nya padahal baru sekali flex? 3. Apa Faktor Pencatusnya? apa karena batuk-batuk istri saya semalam? 4. Bagaimana biar kejadian ini tidak terulang? padahal kami sudah menjaga janin tersebut dengan tidak makan sembarangan.. terima kasih, Maaf jika banyak pertanyaan?
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

 Terima kasih atas pertanyaan Anda,

 

 

Kami turut sedih atas kejadian yang dialami oleh bapak dan istri bapak.  Memang hanya dengan flek saja pun dapat merupakan tanda dari keguguran. Penyebab dari kematian janin tidak dapat kami prediksi namun dibawah ini kami sebutkan beberapa penyabab yang sering dikaitkan dengan keguguran 

  1. Kelainan pada pertumbuhan disebabkan oleh : kelainan kromosom, lingkungan kurang sempurna (lingkungan rahim tidak memberikan nutrisi cukup untuk si janin), pengaruh dari luar (obat-obatan, virus, radiasi).
  2. Kelainan pada plasenta --> terjadi kelainan pada pembuluh darah ari-ari, biasanya disebabkan oleh hipertensi pada ibu yang menahun
  3. Penyakit IBu --> beberapa penyakit dapat memperngaruhi kehamilan, seperti infeksi paru-paru, tifoid, infeksi saluran kemih, malaria. Anemia berat, serta penyakit  infeksi TORCH , tiroid, diabetes, kelainan dari sistempertahanan tubuh.
  4.  Kelainan pada organ kehamilan misalnya mulut rahim yang tidak kuat

  5. kelainan hormonal

 

Dalam keadaan normal, disaranakan boleh hamil lagi setelah 3 bulan atau menunggu 1-3 siklus menstruasi sebelum mencoba untuk hamil lagi. Setelah mengalami keguguran dan dikuret, dianjurkan agar Anda menunda kehamilan berikutnya selama kurang lebih 3 bulan, hingga organ reproduksi kembali ke bentuk semula dan telah siap secara fisik dan emosi untuk hamil lagi. 

Yang perlu Anda dan istri lakukan saat ini adalah mempersiapkan kehamilan berikutnya dengan lebih baik, yaitu dengan merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan untuk:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio. Adapun bahan makan sumber asam folat adalah sayur-sayuran berdaun hijau, sereal, buah-buahan seperti jeruk, anggur, dsb.

Kami sarankan Anda mengunjungi Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan subspecialis fertility untuk pemeriksaan kontrol dan pemantauan kondisi Anda.

Berikut kami sertakan beberapa artikel yang semoga dapat bermanfaat untuk anda :

Persiapkan Kehamilan dengan Asam Folat

Merencanakan Kehamilan

 

Demikian jawaban yang kami dapat berikan dan semoga bermanfaat. (EA)

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar