Sukses

Tidak Haid 1 Tahun

31 Jan 2014, 12:29 WIB
Wanita, 20 tahun.
Selamat malam, Saya mau tanya dok, saya mengalami pertama haid itu kelas 6Sd, nah karna saya suka minum obat pelangsing apa ada pengarunya dengan menstruasi saya jadi tidak lancar? Saya sudah tidak menstruasai 1tahun , Apa yang harus saya lakukan dok, biar menstruasi jadi lancar lagi.saya sudah coba ini itu tetep tidak ada hasil, saya pun pernah di USG kata dokter kandungan saya tidak knp2 cuman kendala di hormon. Terima kasih dok , Mohon infonya
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

bu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea atau jumlah darah menstruasi sedikit), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa.

Faktor-faktor risiko terjadinya amenore sekunder antara lain:

  • Aktivitas fisik yang terlalu berat (ekstrem)
  • Terlalu kurus (lemak tubuh kurang dari 15 – 17%). Keadaan ini mempengaruhi proses pembentukan hormon. Jika seorang perempuan mengalami kelainan makan, seperti anoreksia atau bulimia, perubahan hormonal yang disebabkan dapat berujung pada berhentinya menstruasi.
  • Obesitas. Adanya jaringan lemak yang berlebih pada seorang yang mengalami obesitas juga mempengaruhi proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur).
  • Stress psikis. Stress dapat mempengaruhi fungsi hipotalamus sehingga menstruasi berhenti. Karena itu jika stress berkurang, menstruasi muncul kembali.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antidepresan, antipsikotik, obat kemoterapi, dan kortikosteroid oral.

Selain itu juga amenore sekunder dapat disebabkan karena tumor hipofifis atau gangguan pada sistem reproduksi wanita. Karena ada lebih dari satu penyebab, maka terlebih dahulu sebelum menentukan penanganan perlu diketahui penyebabnya. Seperti yang sudah disebutkan oleh dokter kandungan dan kebidanan Anda, bahwa terdapat masalah berkaitan dengan hormon reproduksi Anda sehingga menstruasi berhenti. Kembalilah ke dokter tersebut untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut, dilakukan pemeriksaan fisis dan penunjang seperti laboratorium (kadar hormon) untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (PNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter


    0 Komentar

    Belum ada komentar