Sukses

Sulit BAB pada Bayi

20 Oct 2014, 06:37 WIB
Wanita, 27 tahun.
Saya baru melahirkan secara sc tgl 26/11/2013 dgn bb bayi 2,8 kg dan sekarang bb bayi saya 4,8kg dan selama di rumah sakit bayi sempat diberi sufor oleh perawat begitu dilahirkan dan sekarang sudah mau minum asi. Ketika masuk usia 5 minggu bayi saya sempat tidak bab 15 hari dan akhirnya saya bawa k dsa dan oleh dsa fesesnya dikeluarkan dgn alat spt penggaris dengan siberi gel dan setelah itu diberi obat tetes yg diminum 2 kali sebanyak 4 tetes tiap harinya. Saat dikeluarkan fesesnya keras, banyak dan berwarna kuning. Dan sekarang anak saya belum bab lagi. Apa yang harus saya lakukan agar bab anak saya lancar walaupun anak saya sering buang gas, perutnya terkadang saja keras, sering mulet dan kakinya diangkat ke atas seperti akan mengejan namun tidak keluar, kalau malam suka menangis tiba2 dengan keras dan setelah itu ketika akan ditidurkan susah sekali hingga sering tidur dipangkuan namun ketika sipindahkan ke kasur pasti terbangun lagi dan kalau pagi tertidur pulas sekali hingga susah dibangunkan. Apakah itu normal dengan pola tidur seperti itu? Apakah penyebab anaka saya susah baba karena kurang serat dan saya konsumsi obat asma saya yg bernama symbicort karena kata dsa anak saya terkena gangguan saluran cerna? Apakahnitu berbahaya dok
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Ibu yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Ibu. 

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Bagaimana dengan frekuensi minum ASI anak Ibu?

 

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.

  • Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda ke dokter spesialis anak.

Pola tidur bayi memang masih belum teratur, pola tidur baru akan mulai terbentuk ketika bayi mulai memasuki bulan ke-4. Untuk informasi lengkap Anda, kami sertakan: Jadwal Porsi Tidur Anak Berdasarkan Faktor Usia.

Penggunaan obat yang sesuai indikasi dan memang diperlukan oleh bayi Ibu tidak perlu dikhawatirkan. Gunakanlah obat sesuai dengan petunjuk dokter dan pastikan dokter Anda dapat memantau penggunaan obat yang diresepkannya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar