Sukses

Keputihan

17 Jan 2014, 11:43 WIB
Wanita, 28 tahun.
Dear dokter, saya hendak bertanya : kenapa cairan pelumas vagina saya berbau seperti protein dan menyengat (tidak enak)? kadang saya jg mengalami keputihan yang baunya kdg normal kdg berbau sama seperti cairan pelumas sekedar info : sejak 2011 saya mengkonsumsi pil KB(andalan atau mycrogynon) namun tidak rutin pemakaiannya. sejak 2009 sampai akhirnya saya menikah lagi di 2014, saya menjalani kehidupan seks dgn multiple partner, namun frekuensinya tidak terlalu sering (beberapa bulan sekali) saya sudah pernah melahirkan, anak saya sudah 8 tahun skrg. kondisi itu saya alami sejak 2011 dimana waktu itu saya sempat mengkonsumsi obat pelangsing merk acai berry (yg sepertinya merupakan obat pelangsing dgn bahan berbahaya) yang mengakibatkan saya mengalami mens lebih dari 4 kali dalam sebulan. tahun 2011 saya mulai aktif dalam kegiatan asosiasi pertanian yg mengharuskan saya keluar masuk desa terbelakang dan kadang-kadang masuk hutan, dimana seperti yg kita ketahui kurang higienis kondisi nya untuk buang air kecil. (intinya saya srg terpaksa pipis di alam bebas atw wc penduduk yg krg bersih) thn 2011 saya pernah mengkonsumsi sabu (2 kali saja0 2012-2013 kadang2 mengkonsumsi ganja tahun 2003-2005 saya pernah terjerumus dalam seks bebas, tanpa pengaman, namun saya bisa menghindari kehamilan, baik dgn cara coitus interruptus maupun memakai kondom. Saat ini saya sudah menikah lagi, dan suami saya mengaku kurang nyaman dengan kondisi tersebut.
dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebagai informasi, keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.
 
Bagaimana dengan keputihan Anda?
 
Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:
  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal yang disebabkan oleh infeksi maka memerlukan pengobatan dengan antijamur/antibiotik/antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya.pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya.Kami sarankan  anda memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan untuk mengetahui penyebab dari keputihan anda. Namun yang terpenting adalah jalanilah hubungan seks yang sehat dengan tidak berganti-ganti pasangan dan senantiasa menggunakan proteksi.

Berikut adalah artikel terkait:

Keputihan

Penyebab Keputihan Abnormal

Demikian jawaban yang kami dapat berikan, semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar