Sukses

Bercak Putih di Kulit

16 Jan 2014, 22:49 WIB
Pria, 57 tahun.
Bercak-Bercak pada Kulit: Saya (sekarang 57 tahun) memiliki ayah dan tante yang menderita bercak-bercak putih di kulitnya.Pada umumnya orang mungkin menyebutnya kekurangan pikmen kulit.Dulu saya tidak mengalami hal yang sama. Tapi semenjak satu tahun belakangan, muncul bercak-bercak yang sama di beberapa bagian tubuh saya. Awalnya cuma seperti bintik-bintik putih kecil-kecil. Tapi belakangan ada juga yang sebesar koin 25 rupiah tempo dulu. Tentu saja, menurut banyak orang, secara genetik saya bisa mengalami hal yang sama. Artinya turunan dari orang tua. Pertanyaan saya: a). Adakah obat atau makanan yang bisa dikonsumsi untuk menghapuskan kondisi itu, atau sekurang-kurangnya untuk menghambat penyebarannya ke bagian tubuh yang lain. b). Adakah cara yang dapat ditempuh secara medis agar bercak-bercak putih yang sudah timbul itu bisa dihilangkan. c). Saya pernah dapat info hal itu bisa dihilangkan melalui operasi/bedah estetik, bedah plastik atau apalah namanya. Berapa biaya untuk operasi/bedah seperti ini? d).Bercak yang sama ada juga tumbuh di kepala tapi tidak begitu kelihatan karena tertutup rambut dan di bawah rambut kemaluan. Cuma yang di daerah rambut kemaluan itu pernah gatal dan tergaruk, warnanya tidak putih tapi agak kemerahan. Apakah ini normal dengan pengertian tidak berbahaya? Demikian pertanyaan saya, Dok, dan terimakasih atas jawabannya.

Terima kasih atas pertanyaan Anda, 

Bercak keputihan yang Anda sebutkan di dalam dunia medis disebut dengan bercak hipopigmentasi. Hipopigmentasi adalah hilangnya / berkurangnya warna kulit. Hal ini disebabkan berkurangnya sel melanosit di kulit akibat dari berkurangnya asam amino tirosin yang digunakan melanosit untuk membuat melanin atau sel pigmentasi (pewarna kulit). Hipopigmentasi yang disertai dengan sisik-sisik halus mengelupad dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :

  • hipopigmentasi pasca peradangan/luka di kulit

  • pitiriasis versikolor atau dikenal dengan panu

  • pitiriasis alba

  • lepra

  • vitiligo

Untuk menghilangkan bercak tersebut harus dicari apa penyebabnya. Bila penyebabnya adalah pitiriasis versikolor maka dapat diberikan obat jamur yang sesuai. Terapi disesuaikan dengan penyebabnya. Pada hipopigmentasi paska peradangan, sel melanosit kulit di daerah tersebut sudah rusak sehingga terjadilah hipopigmentasi, hal ini sulit dihilangkan kecuali dengan operasi / laser. Pitiriasis alba biasanya terjadi pada kulit atopi (berbakat alergi) dan seringkali disebabkan karena paparan sinar matahari. Sedangkan pada lepra biasanya disertai dengan rasa baal pada daerah dengan bercak putih tersebut.

Sedangkan vitiligo yang adalah gangguan pigmentasi dimana melanosit (sel yang membentuk pigmen) di area kulit hancur/ rusak. Sebagai hasilnya, terdapatlah bercak putih yang muncul pada kulit di berbagai bagian tubuh.

Penyebab dari vitiligo masih belum diketahui. Beberapa teori mengemukakan mengenai keterkaitan gen yang menyebabkan depigmentasi atau genetik yang diturunkan. Vitiligo diperkirakan merupakan penyakit autoimun atau gangguan kekebalan tubuh seseorang. Dilaporkan bahwa sengatan sinar matahari atau stres dan emosi dapat memicu terjadinya vitiligo.

Tujuan utama terapi vitiligo adalah memperbaiki penampilan. Umumnya pengobatan merupakan pengobatan jangka panjang dan harus rutin. Jenis terapi akan tergantung dari banyaknya bercak putih di tubuh, lokasi, ukuran, dan seberapa luas penyebarannya. Masing-masing individu berespon berbeda terhadap terapi yang dilakukan. Jenis terapi untuk vitiligo adalah medikal (obat), operasi, dan terapi tambahan.

Jenis terapi medikamentosa adalah terapi topikal (dioleskan) diantaranya adalah steroid topikal dan psoralen (fotokemoterapi). Selain itu, sebaiknya selalu memakai tabir surya untuk melindungi kulit tersebut. Vitiligo merupakan penyakit yang melibatkan multidisiplin ilmu. Dokter yang dapat menangani vitiligo diawali dari spesialis kulit dan kelamin. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan sesuai kebutuhan Anda.

Karena banyaknya kemungkinan penyebab terjadinya hipopigmentasi pada diri Anda, kami sarankan Anda berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk dilakukan pemeriksaan secara langsung agar dapat diketahui penyebabnya. Dengan demikian, dokter dapat memberikan pengobatan sesuai penyebabnya. Penyakit kulit akan lebih mudah didiagnosis apabila dilihat secara langsung karena perlu diketahui lokasi tepatnya, ukuran dan lainnya. Penggunaan salep secara sembarangan tanpa mengetahui penyebabnya tidak akan memberikan hasil yang efektif dan malah dapat menyebabkan perburukan. 

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. (DK)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar