Sukses

Anak Tinggal dengan Kakek Nenek

19 Oct 2014, 11:58 WIB
Wanita, 31 tahun.
Saya mempunyai anak perempuan umur 4 tahun. Sejak kecil setiap hari selalu saya tinggal kerja dan ketemu saya pada saat malam hari saja. Sejak lahir sampai sekarang yang mengasuh dia adalah kakek dan neneknya (orang tua saya). Jarang sekali berinteraksi dengan saya karena saya berangkat kerja pagi dan pulang malam. Saat dia umur 2 tahun, saya memutuskan untuk berhenti bekerja karena pada saat itu saya sedang hamil dan akan melahirkan anak kedua. Otomatis perhatian saya yang awalnya sudah sangat kurang untuk dia, setelah punya adik jadi amat sangat kurang. Dan anak saya jadi lebih sering tidur dengan kakek dan neneknya daripada tidur dengan saya, karena tidak memungkinkan jika si kakak dan adik dua-duanya tidur dengan saya. Saya menjadi semakin sibuk dengan anak-anak saya yang masih kecil-kecil, akibatnya si kakak sering saya marahi jika dia rewel atau melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang tidak seharusnya saya marah. Saat siadik umur 6 bulan saya memutuskan untuk bekerja kembali. Masalahnya sekarang Si kakak menjadi lebih dekat dengan kakek dan neneknya. Mungkin karena kakek dan neneknya selama ini yang mengasuh dan selalu menjadi dewa penolong pada saat saya memarahinya, itu menjadikan anak saya semakin menjauh dari saya. Saat saya utarakan maksud saya yang ingin mengajak dia untuk menetap ditempat lain dan terpisah dari kakek dan neneknya dia selalu menolak. Dan bahkan penolakan itu terjadi pada hal-hal kecil seperti pada saat saya mengajak dia menginap di rumah kakek dan nenek dari ayahnya (mertua saya), dan pada saat saya ingin mengajak dia jalan-jalan ke mall atau tempat rekreasi diapun menolak itu. Saya merasa si kakak sudah tidak memiliki rasa kepercayaan terhadap saya. Saya merasa sedih atas penolakan-penolakan si kakak terhadap saya. Apa yang harus saya lakukan agar si kakak mau tinggal bersama saya dan terpisah dari kakek dan neneknya (orang tua saya)? Apa yang harus saya lakukan agar penolakan-penolakan itu tidak terjadi lagi? Terimakasih.
dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami kegelisahan yang Anda rasakan saat ini. Apakah rumah Anda dan orangtua (kakek neneknya) berdekatan? Kami sarankan agar Anda dapat melakukannya secara bertahap dan perlahan-lahan. Jangan langsung memintanya untuk tinggal di tempat Anda dan terpisah dari kakek neneknya. Anda bisa melakukannya secara bertahap, misalnya dengan berselang seling, 3 hari tinggal di tempat Anda, lalu 4 hari tinggal di tempat kakek neneknya. Selanjutnya, jika si anak sudah mulai merasa nyaman di rumah Anda, coba ditambah frekuensinya menjadi 4 hari di rumah Anda lalu 3 hari di rumah kakek neneknya saat akhir pekan. Cobalah seperti itu terus, hingga mungkin berkunjung ke rumah kakek neneknya setiap sebulan sekali atau saat si anak sedang liburan saja. Jangan juga memutuskan hubungan secara ekstrem dengan kakek neneknya. Biar bagaimanapun, mereka tetaplah kakek neneknya dan orang tua Anda.

Bagaimana dengan hubungannya dengan ayahnya (suami Anda)? Cobalah minta suami Anda untuk bantu membujuknya. Kami paham jika Anda sedang stress terlebih jika anak Anda rewel, namun cobalah sabar untuk tidak memarahinya terlebih jangan sampai mengeluarkan kata-kata kasar. Anda dapat memberlakukan reward and punishment. Misalnya anak Anda juara kelas atau mendapat nilai bagus, Anda dapat membelikan mainan kesukaannya atau mengajaknya liburan atau rekreasi ke tempat yang ia senangi.

Demikian, semoga bermanfaat dan jangan pantang menyerah. Selamat mencoba. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klik Dokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar