Sukses

Pasca Kuretase

09 Jan 2014, 11:11 WIB
Wanita, 23 tahun.
Dok, sy pernah dikuret waktu bulan agustus 2013 yg lalu. sebelum dikuret siklus haid sy normal 28 hari. tetapi setelah dikuret malah jadinya 27 hari bahkan bulan ini sy dapat mestruasi di hari ke 31. apakah itu karena pengaruh dikuret ya dok?.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Perubahan menstruasi umum terjadi, salah satu penyebabnya adalah hormonal. Namun dari cerita yang Anda sampaikan jika siklus masih 27 dan 31 hari, maka masih termasuk ke dalam siklus normal walau tidak tepat. Berikut adalah beberapa info terkait massa pasca kuretase yang mungkin berguna untuk Anda.

  • Umumnya seorang perempuan akan mulai berovulasi 2 - 3 minggu setelah tindakan kuretase, sehingga sebetulnya dapat segera hamil (tidak ada hubungan tindakan kuretase dengan kesuburan).
  • Sekitar 10-15% dari kehamilan akan mengalami keguguran oleh berbagai sebab. Sebab yang paling sering (sekitar 60%) adalah adanya kelainan kromosom berat pada embrio (atau janin) sehingga embrio tersebut tidak dapat berkembang normal dan akhirnya akan gugur. Faktor ini tidak ada tindakan pencegahannya.
  • Persiapan kehamilan pasca keguguran 1x tidak berbeda:
    • Hitung masa subur: Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu.   
    • Ubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. 
    • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
    • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas.
    • Konsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari seperti yang sudah Anda lakukan sebelumnya agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
    • Lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)
  • Jumlah dan kualitas sel telur seorang perempuan memang berkurang seiring bertambahnya usia. Selain itu, perempuan yang lebih tua juga memiliki kemungkinan mengalami kondisi medis seperti endometriosism fibroid, atau polip. Hal-hal ini dapat mempengaruhi fertilitas atau kesuburan seseorang.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.(AN)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar