Sukses

Sakit Jantung dan Sesak Napas?

20 Oct 2014, 08:44 WIB
Pria, 17 tahun.
jantung saya sering sakit , dan sesak pas bernafas , padahal aya masih mua , knp yah dok?

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Sulit bagi kami memberikan diagnosis dengan data terbatas dan tanpa melakukan pemeriksaan fisik. Sebelumnya kami membutuhkan beberapa informasi. Apa yang Anda maksud dengan jantung sering sakit, apakah nyeri dada sebelah kiri atau memang Anda memiliki riwayat penyakit jantung? Sejak kapan keluhan sesak Anda rasakan, apakah keluhan tersebut ada pemicunya (stress, cemas, debu, udara dingin)? Adakah gejala lain yang menyertai, seperti batuk, demam, sering lemas, nyeri saat menarik napas? Adakah suara napas yang tidak biasa seperti bunyi ngik-ngik atau grok-grok? Apakah Anda memiliki riwayat sakit maag/asma? 

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada  kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, dapat menjalar ke bahu, rahang, lengan, leher, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina. Bagaimana dengan nyeri dada yang Anda rasakan? Berapa lama biasanya rasa sakit atau nyeri pada dada kiri Anda rasakan? Untuk memastikan penyebab dari keluhan Anda, diperlukan informasi tambahan lain seperti, bagaimana sifat nyerinya, bertahan berapa lama, apa pemicu timbulnya, kapan hilangnya, dll.

Sesak napas umumnya disebabkan oleh gangguan dari paru-paru (saluran pernapasan bawah) atau jantung, bisa juga disebabkan oleh penyebab lain seperti anemia, alergi atau asma (penyempitan saluran napas).

Nyeri dada juga bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab, bisa dari otot atau tulang, jantung, paru-paru, saluran pencernaan, atau bisa pula karena masalah psikologis. Nyeri karena masalah otot dan tulang biasanya muncul bila bagian tersebut ditekan, atau muncul dengan perubahan posisi. Gangguan pada lambung (gastritis/GERD) juga dapat menimbulkan gejala seperti nyeri dada dan sesak napas.

Mohon diberikan informasi yang lebih jelas. Jika keluhan sangat mengganggu Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter untuk dilakukan wawancara mendetil dan pemeriksaan yang lebih lengkap.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (DK)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar