Sukses

Pentingkah Pemeriksaan USG?

20 Oct 2014, 03:25 WIB
Pria, 30 tahun.
Selamat pagi dokter, saya mau tanya istri saya sekarang sudah telat 3 bln dan belum pernah di usg dan dia mengalami flu disertai batuk dan susah tidur, pertanyaaannya : 1. apakah perlu usg dilakukan pas telat 2 bulan? 2. Apakah dibolehkan konsumsi obat yang telah dianjurkan oleh bidan yakni : prenatal (vit), paracetamol (pusing), grafed(pilek), berlico. Mohon masukkannya dan pencerahannya ya dokter.call us: 083896334746

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Apakah Anda sudah memastikan bahwa istri Anda hamil? 

Tanda-tanda kehamilanterdiri atas tanda kehamilan tidak pasti dan tanda kehamilan pasti. Tanda-tanda kehamilan tidak pasti yang dialami dapat bervariasi setiap individunya, antara lain adalah:

  • tidak menstruasi
  • sering berkemih
  • pembesaran dan nyeri payudara
  • mual
  • perasaan lelah
  • daerah sekitar puting susu menghitam
  • peningkatan suhu tubuh
  • flek perdarahan karena perlekatan hasil pembuahan ke dinding rahim

Keluarnya perdarahan kecil atau flek-flek kecoklatan dalam waktu singkat karena proses penempelan calon bayi pada dinding rahim biasanya hanya terjadi dalam 1 hari saja.

Sedangkan tanda pasti kehamilan (obyektif) adalah:

  • pemeriksaan HCG (testpack) positif
  • terasa bagian janin serta gerak janin pada perabaan
  • terdengar bunyi jantung janin pada auskultasi
  • terlihat gambaran janin pada USG atau scanning 

Jika Anda sudah memastikan bahwa istri Anda sedang hamil, maka sebaiknya Anda memeriksakannya ke Puskesmas/RS/ dokter spesialis kandungan untuk antenatal care minimal 4 kali selama hamil. Pemeriksaan USG penting dilakukan terutama pada trimester pertama, tujuannya adalah:

  • memastikan apakah benar hamil
  • menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik (hamil di luar rahim)
  • melihat kondisi bayi: denyut jantung, besar janin, lokasi janin, apakah ada cacat bawaan/tidak
  • melihat jenis kelamin
  • menentukan usia kehamilan

Vitamin dan paracetamol aman digunakan untuk ibu hamil. Grafed memiliki kandungan  pseudoefedrin, beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan risiko cacat bawaan akibat penggunaan pseudoefedrin pada ibu hamil. Jadi lebih baik untuk tidak melanjutkan penggunaan obat tersebut.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. (DK)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar