Sukses

Flek Pasca Hubungan Seksual

17 Oct 2014, 13:02 WIB
Wanita, 22 tahun.
dok mau tanya... saya sempat hamil tapi cuma bertahan 12 minggu,selama 12 minggu itu saya megalami flek2 yang setip harinya keluar dok. pada tgl 7 September 2013 lalu janin saya dinyatakan tidak berkembang lagi. setelah itu saya mau di kuret ttapi saya tidak mau dok,karena dlu ibu saya juga pernah keguguran dan beliau juga tidak mau di kuret, ibu saya akhirnya menyarankan saya minum jam kemasan yang namanya Berial,karena ibu saya dulu juga cuma meminum jamu itu dok. dan sampai sekarang saya masih terapi jamu tersebut dok. yang mau saya tanya dok, 1. apakah hal yang saya alami di atas akan berpengaruh ke siklus menstruasi saya? karena setelah bulan september lalu itu siklus menstruasi saya jadi tidak teratur dok. 2. apakah hal yang saya alami itu akan ber pengaruh ke kesehatan saya dok? apalagi ketika saya ingin mengandung lagi dok. karena sampai saat ini saya belum memeriksakannya lagi dok ke dikter kandungan saya, saya masih takut dok. 3. apakah dengan keputusan yang saya ambil dengan tidak melakukan tindakan kuret akan berpengaruh ke kesehatan alat reproduksi saya dok? 4. sejam yang lalu tadi saya sempat bertanya tentang hal keluar bercak darah bercampur lendir. apakah hal itu pengaruh dari hal yang saya alami di atas dok? karena sebelumnya saya belum pernah mengalami keluar bercak darah beserta lendir dok. terima kasih.
dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Bagaimana siklus haid Anda selama ini? Apakah keluhan keluar darah setelah berhubungan baru kali ini Anda alami?apakah setiap kali Anda berhubungan maka akan keluar bercak darah tersebut? Apakah darah hanya keluar saat setelah berhubungan atau terus menerus hingga beberapa hari? Apakah ada keluhan lain yang dirasakan?

Bila keluhan darah keluar setelah berhubungan kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding. Perdarahan setelah berhubungan seksual atau postcoital bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet. 

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :

  • Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  • Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  • Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  • Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  • Kanker leher rahim
  • Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  • Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Mengingat usia Anda masih muda, kemungkinan diagnosis vaginitis atropi dapat disingkirkan. Kanker leher rahim pun kecil kemungkinannya. Kemungkinan-kemungkinan ini masih harus disingkirkan satu persatu untuk mencari penyebab utama perdarahan pasca hubungan ini. Saran saya adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klik Dokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar