Sukses

Post Coital Bleeding

03 Jan 2014, 15:01 WIB
Wanita, 22 tahun.
Dok saya mau tanya... pada tgl 30 Des 2013 lalu saya ngerasai keram di perut saya, dan pada saat itu saya juga ngeflek2, yag berwrna kecoklatan. setelah 2 hari kemudian pada tgl 01 Januari 2014 kemarin dari V saya keluar bercak darah yang sebelumnya itu keluar bercak darah yang disertai lendir, setelah itu di sore harinya setelah saya melakukan hubungan intim dengan suami saya bercak darah itu keluar lagi dok, pada saat saya berhubungan intim itu dok, ada cairan darah yang keluar juga dan sorenya baercak darah keluar lagi dok. malamnya tidak keluar lagi, sehari setelahnya, di pagi hari bercak dara keluar lagi tapi bercampur lendir, dan lendir ini yang biasa keluar setelah saya melakukan hubungan intim dok. yang saya mau tanyain dok, itu kenapa ya dok??? maaf dok,karena saya baru bertanya di forum klik dokter ini,apakah pertanyaan saya ini langsung di publikan ato di balas dulu ke alamat email saya jawaban pertanyaan saya ini dok? saya harap pertanyaan saya ini dijawab ya dok ke alamat email saya. terima kasih.
dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Bagaimana siklus haid Anda selama ini? Apakah keluhan keluar darah setelah berhubungan baru kali ini Anda alami?apakah setiap kali Anda berhubungan maka akan keluar bercak darah tersebut? Apakah darah hanya keluar saat setelah berhubungan atau terus menerus hingga beberapa hari? Apakah ada keluhan lain yang dirasakan?

Bila keluhan darah keluar setelah berhubungan kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding. Perdarahan setelah berhubungan seksual atau postcoital bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet. 

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :

  • Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  • Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  • Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  • Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  • Kanker leher rahim
  • Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  • Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Mengingat usia Anda masih muda, kemungkinan diagnosis vaginitis atropi dapat disingkirkan. Kanker leher rahim pun kecil kemungkinannya. Kemungkinan-kemungkinan ini masih harus disingkirkan satu persatu untuk mencari penyebab utama perdarahan pasca hubungan ini. Saran saya adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klik Dokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar