Sukses

Keluhan Asam Lambung

20 Oct 2014, 09:24 WIB
Pria, 29 tahun.
Assalammualaikum wr wb Selamat siang Dok, Saya adalah seorang yang baru saja lulus kuliah setahun yang lalu. Pada saat menjadi seorang mahasiswa, saya tinggal di kos-kosan dengan kamar yang cukup sempit, sekitar 2,5 X 2,5 Meter. Saya lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer setiap harinya. kebetulan saya menggunakan layar monitor tabung, dan saya dengar monitor tabung itu memiliki tingkat radiasi yang lebih tinggi dibanding model LCD atau LED. Nah, sekitar 6 bulan yang lalu saya mulai merasakan keluhan seperti tiba-tiba sering lemas, jantung deg-degan, cemas, terasa sesak bernafasa. lalu saya periksa ke dokter, ternyata saya didiagnosa menderita asam lambung, sampai akhirnya saya periksa ke dokter spesialis penyakit dalam sampai 3 kali periksa tapi tak kunjung sembuh. akhirnya saya periksa ke mantri yang sudah dikenal sebagai ahlinya menyembuhkan asam lambung, dan benar saja saya banyak mengalami banyak perubahan yang lebih baik. kesehatan saya berangsur pulih. Namun sampai saat ini tetap saja sesekali saya masih merasakan lemas dan cemas. Selanjutnya orang tua saya pernah menceritakan yang saya alami kepada seorang ahli pengobatan, berdasarkan pengalamannya Si Bapak ahli pengobatan mengatakan kemungkinan karena saya terlalu sering terkena radiasi komputer, sehingga ada saraf-saraf halus yang rusak di daerah sekitar pangkal hidung, itu yang membuat saya lemas dan cemas, kemudian efek dari radiasi juga bisa menjadi pemicu naiknya asam lambung.Nah pada kesempatan ini saya mau tanya, Apa saja gejala-gejala yang dirasakan ketika seseorang terlalu sering terkena radiasi komputer? Lalu bagaimana pandangan Bpk/Ibu Dokter terkait kasus yang saya alami? Saya mohon penjelasan secara medis, Terima kasih Dok.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami memahami rasa khawatir yang Anda rasakan. Namun berdasarkan ilmu pengetahuan yang ada sekarang, radiasi komputer tidak berkaitan dengan kerusakan saraf pangkal hidung. Sedangkan Anda perlu juga mengkonfirmasi ke 'ahli pengobatan' yang Anda sebutakan tadi, apa yang dimaksudkan dengan saraf pangkal hidung? Apakah saraf penghidu? atau saraf penglihatan? Hal itupun perlu diperjelas. Sepertinya teori tersebut perlu diteliti lagi, karena apabila radiasi komputer menyebabkan kerusakan saraf hidung dan akhirnya menyebabkan lemas dan cemas, sepertinya belum dapat dijelaskan secara ilmu kedokteran.

Terkait keluhan asam lambung Anda,  izinkan saya menjelaskan tentang keluhan peningkatan asam lambung atau disebut sindrom dispepsia. Syndrome dyspepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Dyspepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung atau kelebihan asam lambung. Pengobatan sindrom dyspepsia sangat tergantung dari penyebabnya.

Awalnya,  Anda dapat mengonsumsi obat anti asam lambung yang berisikan antasid untuk meredakan gejala.Selain dengan pemberian obat anti asam lambung secara teratur, kami sarankan sebaiknya Anda menjaga pola makannya dengan makan lebih sering dalam porsi kecil dan teratur, menghindari makanan pedas, asam, alkohol, kopi, soda, dan makanan yang dapat merangsang pengeluaran gas seperti kol dan menghindari obat-obatan yang menimbulkan luka pada lambung seperti aspirin. Selain itu, stres psikis juga harus dihindari karena dapat memicu pengeluaran asam lambung yang berlebihan.

Jika setelah menjalankan terapi di atas namun tetap tidak ada perbaikan pada keluhan-keluhan anda, Kami sarankan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Keluhan sesak nafas yang anda alami bisa jadi bagian dari penyakit ini atau merupakan bagian lain dari penyakit seperti apru atau jantung. Namun untuk menegakkan diagnosis diperlukan pemeriksaan langsung oleh seorang dokter. Ceritakanlah dengan lengkap keluhan yang dirasakan agar  Anda mendapatkan tatalaksana yang optimal. 

Kami juga tidak menyarankan Anda untuk membeli obat secara bebas di apotek tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. 

Demikian penjelasan yang dapat Kami berikan. Semoga membantu. (AN)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar