Sukses

Masturbasi pada Wanita

26 Dec 2013, 07:40 WIB
Wanita, 17 tahun.
Dokter ... sebelumnya saya mau sedikit curhat. saya memiliki kebiasaan, yakni masturbasi beberapakali saya mencoba menghentikan kebiasaan ini, namun agak sulit bagi saya. Tapi selama ini, saya bermasturbasi tanpa memasukkan jari atau apapun ke dalam leher vagina, alias hanya dengan merangsang clitros. Nah, beberapa hari yang lalu saya tidak tahan untuk melakukan kebiasaan ini. Saya melakukan kegiatan ini seperti biasa (tanpa memasukkan jari) dan setelah sampai di puncak nikmat saya jatuh tertidur. Ketika bangun betapa kagetnya saya melihat ada sedikit bercak merah bercampur dengan lendir kental. Pertanyaan saya. Apakah ini pertanda keperawanan saya hilang? Padahal saya kan tidak memasukkan apapun ke leher vagina (yang saya yakin tidak merobek selaput dara)? Jika bukan darah keperawanan, lalu darah apakah itu? Terimakasih dokter atas jawabannya.
dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Seperti layaknya laki-laki, perempuan juga tumbuh dengan memiliki kebutuhan batin terhadap hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas. Kebutuhan ini pada akhirnya dapat menimbulkan dorongan pada perempuan tersebut untuk melakukan masturbasi. Masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Perlu diketahui bahwa pada dasarnya masturbasi bukanlah suatu tindakan yang bijaksana.

Apabila dilakukan terlalu sering masturbasi dapat menyebabkan perubahan pola tidur, stres, gangguan panik/kecemasan, lemas, kurangnya konsentrasi, dsb. Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya. Tidaklah disarankan untuk melakukan masturbasi menggunakan benda-benda keras karena dikhawatirkan dapat menyebabkan perlukaan pada daerah kemaluan dan sekitarnya. 

Oleh sebab itu, tindakan masturbasi sebaiknya dikurangi atau bahkan dihindari dengan cara mengalihkan perhatian setiap kali rasa ingin melakukan masturbasi itu timbul. Salurkanlah hasrat tersebut ke kegiatan-kegiatan yang lebih positif seperti olahraga, bekerja, atau kegiatan lain yang disenangi. Tentunya akan lebih baik apabila memanfaatkan waktu luang yang ada untuk melakukan olahraga atau hobi yang lebih bermanfaat dibandingkan melakukan masturbasi.Hindarilah hal-hal yang memicu anda untuk melakukan masturbasi seperti melihat gambar atau membaca buku-buku yang merangsang.

Masturbasi sendiri pada dasarnya tidak mempengaruhi keperawanan jika memang tidak menyebabkan robekan pada daerah selaput dara (himen). 

Keperawanan hanya dapat dilihat dengan melihat keadaan himen pada vagina, untuk bagian tubuh lain tidak dapat menentukan keperawanan. 

Dua konsep yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan keperawanan perempuan adalah:

  1. Hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya himen perempuan, (Definisi Medis)
  2. Hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim untuk pertama kali, (Definisi Sosial)

Himen merupakan membran tipis yang ada di dekat bukaan vagina, bagian tengahnya bolong sehingga darah menstruasi dapat keluar. Sebetulnya, himen perempuan dapat robek walau tidak melakukan hubungan intim, yaitu karena kecelakaan, aktivitas seperti naik kuda, senam, bersepeda, penggunaan tampon, masturbasi. Bahkan ada juga perempuan yang tidak memliki himen. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar