Sukses

Tekanan Darah Tinggi Dalam Kehamilan

19 Oct 2014, 14:02 WIB
Wanita, 25 tahun.
selamat siang dok, mau tanya, sekarang saya sedang hamil anak ke-2, usia kandungan sudah 40 minggi HPLnya 27 Desember, kemarin (sab, 21 des) saya kontrol di puskesmas ternyata tensi saya 140/100, lalu disuruh test urine hasilnya p(-), r(-), kaki tidak bengkak, sebelumya tidak merasa pusing setelah tahu tensi tinggi baru berasa pusing, tgl 30/11 HB saya 14,7... yang mau saya tanyakan: apa yang harus saya lakukan? apakah kehamilan saya normal? kok hampir 10bl? makanan apa yang harus saya hindari, kemarin saran dari dokter cuma disuruh istirahat+jangan stres.. dulu kehamilan yang pertama tidak seperti ini, normal,, terima kasih dok ^_^
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran Anda, Jika Anda mengalami tekanan darah tinggi, sebenarnya penyakit terkait tekanan darah tinggi adalah penyakit preeklamsia, dan eklamsia. Pertama, ijinkan kami menjelaskan sedikit mengenai preeklamsia, agar konsep Anda mengenai preeklamsia lebih jelas. Jika Anda hanya memiliki tekanan darah tinggi saja tanpa proteinuria kemungkinan Anda hanya menderita hipertensi dalam kehamilan. Namun jika terdapat proteinuria, maka sudah termasuk preeklamsia, penanganan & perawatan preeklampsia dikategorikan melalui peringkat kadar kegawatannya. Kami paparkan sebagai berikut:

Pre-eklampsia ringan Tanda dan gejala :

  1. Kenaikan tekanan darah sistole 140 mmHg sampai kurang dari 160 mmHg; diastole 90 mmHg sampai kurang dari 110 mmHg
  2. Proteinuria : didapatkannya protein di dalam pemeriksaan urin (air seni)
  3. Edema (penimbunan cairan) pada betis, perut, punggung, wajah atau tangan

Tatalaksana pre eklampsia ringan dapat secara :

  1. Rawat jalan (ambulatoir)
  2. Rawat inap (hospitalisasi)

Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) :

  1. Tidak mutlak harus tirah baring, dianjurkan perawatan sesuai keinginannya
  2. Makanan dan  nutrisi seperti biasa, tidak perlu diet khusus
  3. Vitamin
  4. Tidak perlu pengurangan konsumsi garam
  5. Tidak perlu pemberian antihipertensi
  6. Kunjungan ke rumah sakit setiap minggu

 Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) :

  1. Pre eklampsia ringan dirawat inap apabila mengalami  hipertensi yang menetap selama lebih dari 2 minggu, proteinuria yang menetap selama lebih dari 2 minggu, hasil tes laboratorium yang abnormal, adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia berat
  2. Pemeriksaan dan monitoring teratur pada ibu : tekanan darah, penimbangan berat badan, dan pengamatan gejala pre-eklampsia berat dan eklampsia seperti nyeri kepala hebat di depan atau belakang kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut  bagian kanan atas, nyeri ulu hati
  3. Pemeriksaan kesejahteraan janin berupa evaluasi pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahim

Tatalaksana

  1. Pada dasarnya sama dengan terapi rawat jalan
  2. Bila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda dari pre-eklampsia dan umur kehamilan 37 minggu atau kurang, ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari lalu boleh dipulangkan

Pre-eklampsia Berat

Pre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya tekanan darah tinggi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Tanda dan gejala pre-eklampsia berat :

  1. Tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg
  2. Tekanan darah diastolik ≥ 110 mmHg
  3. Peningkatan kadar enzim hati dan atau ikterus (kuning)
  4. Trombosit < 100.000/mm3
  5. Oliguria (jumlah air seni < 400 ml / 24 jam)
  6. Proteinuria (protein dalam air seni > 3 g / L)
  7. Nyeri ulu hati
  8. Gangguan penglihatan atau nyeri kepala bagian depan yang berat
  9. Perdarahan di retina (bagian mata)
  10. Edema (penimbunan cairan) pada paru
  11. Koma

Ditinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre-eklampsia berat selama perawatan, maka perawatan dibagi menjadi :

  1. Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri dan ditambah pemberian obat-obatan
  2. Perawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pemberian obat-obatan

Perawatan aktif dilakukan apabila  usia kehamilan 37 minggu atau lebih, adanya ancaman terjadinya impending eklampsia, kegagalan terapi dengan obat-obatan, adanya tanda kegagalan pertumbuhan janin di dalam rahim, adanya "HELLP syndrome" (Haemolysis, Elevated Liver enzymes, and Low Platelet).
Perawatan konservatif dilakukan apabila kehamilan kurang dari 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda impending eklampsia serta keadaan janin baik. Perawatan konservatif pada pasien pre eklampsia berat yaitu :

  1. Segera masuk rumah sakit
  2. Tirah baring
  3. Infus
  4. Diet cukup protein, rendah karbohidrat, lemak dan garam
  5. Pemberian obat anti kejang : magnesium sulfat
  6. Anti hipertensi, diuretikum diberikan sesuai dengan gejala yang dialami
  7. Penderita dipulangkan apabila penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda pre-eklampsia ringan (diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu)

Namun bagaimanapun, penanganan preeklampsia yang terbaik adalah pemantauan tensi setiap hari dengan teliti. Jika memungkinkan, Anda dapat menggunakan alat bantu alat ukur tensi elektronik yang praktis digunakan dimanapun. Hasil pengukuran kemudian dituangkan dalam bentuk grafik dari hari ke hari dan terangkai menjadi kurva perkembangan tensi yang dapat dijadikan referensi riwayat medis kelak ke dokter. Idealnya pengukuran tensi dilakukan pagi, sore dan malam menjelang tidur.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.(AN)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar