Sukses

PCOS
20 Dec 2013, 19:39 WIB
Wanita, 33 tahun.
Salam kenal dok. Saya sdh 5thn lebih menikah dan belum dikaruniai anak,saya sdh cek kedokter dan saya didiagnosa menderita sindrom ovarium polikistik. Saya sdh diberi obat metformin dosis 850mg (2xsehari) dan inlacin dosis 100mg (1xsehari). Yang ingin saya tanyakan apakah dgn terapi metformin bs mempunyai keturunan dan adakah efek sampingnya jika dikonsumsi dlm waktu yg lama? Mohon penjelasannya dok dan terima kasih.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sindroma ovarium polikistik atau lebih dikenal dengan Policystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah kelainan di indung telur wanita akibat ketidakseimbangan hormon. Sindroma ovarium polikistik dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan menyebabkan gangguan kesuburan. Gejalanya antara lain adalah mentruasi tidak teratur (menjadi jarang atau berdarah banyak), gangguan kesuburan, gangguan pematangan sel telur sehingga telur yang ada berukuran kecil, gangguan metabolisme lemak, peningkatan berat badan dan jaringan lemak pada tubuh bagian atas, timbul jerawat pada muka atau badan,  pertumbuhan rambut-rambut halus yang berlebihan di wajah dan badan.

Memang, mayoritas penderita sindroma ovarium polikistik memiliki masalah dengan berat badannya dan resistensi insulin yang menyebabkan hambatan perkembangan folikel kemudian memicu terjadinya siklus anovulatorik (tanpa sel telur). Namun perlu diketahui bahwa perkembangan penyakit ini juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Hampir semua penderita PCOS memiliki kerabat sedarah yang pernah menderita masalah yang sama.

Agar dapat mengalami pembuahan, sel sperma harus bertemu dengan sel telur matang. Akan tetapi hanya sebagian kecil penderita PCOS yang mengalami pelepasan sel telur matang dari indung telur (ovulasi), sehingga sebagian besarnya dapat mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan. Namun bukan berarti kehamilan tidak mungkin terjadi. Pada keadaan ini, dibutuhkan terapi bantuan untuk meningkatkan kesempatan terjadinya kehamilan. Untuk faktor resiko kanker menurut teori memang ada fator resiko untuk terjadi kanker rahim (terutama bila terjadi gangguan haid) dan ada faktor resiko juga untuk kanker ovarium, namun ini hanya faktor resiko saja, bila Anda diobati tentu faktor resiko akan hilang. 

Dokter perlu melakukan evaluasi terlebih dahulu untuk menilai ada/tidaknya ovulasi pada Anda, baru dapat  ditentukan terapi yang sesuai. Perlukah dilakukan induksi ovulasi ataukah terapi lain? Diskusikanlah dengan dokter kebidanan dan kandungan Anda mengenai berbagai pertimbangan yang mungkin diambil, agar dapat tercapai solusi yang terbaik untuk Anda dan pasangan.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (AN) 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar