Sukses

Diare Pada Anak

16 Dec 2013, 21:17 WIB
Pria, 1 tahun.
Selamat Pagi Dokter, Saya seorang Ibu dengan 1 anak (umur : 11 bulan). Minggu kemarin anak saya tiba2 diare, tidak selera makan dan minum susu (formula) selama 3 hari berturut2. Oleh dokter diberikan obat antibiotik, obat yang ditaburkan ke dalam bubur, dan suplemen makanan. Dan hasilnya anak saya tidak diare lagi tetapi pada hari kelima anak saya demam tinggi sampai 39.5 dan batuk yg cukup sakit menurut saya. Pertolongan pertama saya berikan obat deman anak Sanmol tetapi demam nya tidak turun2. Akhirnya saya kembali membawa anak saya ke Bidan, dan oleh bidan diberikan obat penurun panas melalui anus. Dan hasilnya demam anak saya turun kira2 dalam 1/2 jam saja. Yang ingin saya tanyakan: 1. Pada saat kapan anak boleh diberikan Antibiotik? Apakah semua jenis penyakit membutuhkan Antibiotik? 2. Dari manakah asal penyakit Diare pada anak? Apakah Diare bisa menular ? 3. Apakah pemberian obat demam melalui anus ada efek samping ? 4. Selain anak dikompres, pertolongan pertama apakah yang dapat Ibu berikan saat anak demam tinggi? 5. Bolehkah memberikan suplemem makanan pada anak dibawah 1 tahun? Penjelasan dokter sangat bermanfaat bagi saya. Terima kasih. Ibunda Gary Batam
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Ibu/saudari yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kami memahami rasa khawatir yang Anda rasakan. Pertama izinkan saya menjelaskan tentang diare terlebih dahulu. Diare pada anak memang biasanya paling sering disebabkan karena rotavirus yang mengeluarkan toxin sehingga menyebabkan diare. Diare terjadi juga sebagai salah satu mekanisme untuk pengeluaran toxin tersebut dari saluran pencernaan (usus). Dan  diare ini akan membaik dengan sendirinya. Yang perlu diperhatikan selama diare dan muntah-muntah terjadi adalah menjaga agar tidak terjadinya kekurangan cairan dan elektrolit (dehidrasi). Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan elektrolit, jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus.

Indikator paling mudah untuk melihat anak kekurangan cairan atau tidak  adalah melihat BAK anak. Perhatikan BAK anak, kalau sudah mulai  berkurang dan berwarna pekat, merupakan tanda anak kekurangan cairan.Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan elektrolit, jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus.  Tanda lainnya adalah tidak adanya air mata sewaktu anak menangis dan  anak menjadi lemas. Apabila sudah ada tanda-tanda kekurangan cairan,  segera bawa anak ke dokter.

Pemebrian antibiotik umumnya diberikan berdasarkan penilaian klinis dokter. Jika diare banyak, berlendir dan berdarah, umumnya dokter akan memberikan antibiotik. Namun pada anak dengan diare berair tanpa lendir dan darah umumnya pemberian antibiotik tidak langsung diberikan.

Demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat. (AN)

Salam

Tim redaksi Klikdokter

 

 

 

 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar