Sukses

Mata Minus

12 Dec 2013, 12:39 WIB
Wanita, 17 tahun.
dokter saya citra cewek berusia 17 tahun. 2minggu yang lalu saya periksa mata untuk pertama kalinya karena akhir2 mengalami keluhan pusing. Hasil pertama kali saya periksa mata sangat mengejutkan dan membuat saya shock. Mata saya kiri dan kanan silinder 0.25 dan minus mata kiri 0.50 dan mata kanan 0.25 Bagaimana dok agar kondisi silinder dan minus saya berkurang? Terima kasih banyak atas waktunya
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

 Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mata minus atau Miopia disebut rabun jauh karena berkurangnya kemampuan melihat jauh tapi dapat melihat dekat dengan lebih baik. Miopia terjadi jika kornea (terlalu cembung) dan lensa (kecembungan kuat) berkekuatan lebih atau bola mata terlalu panjang sehingga titik fokus sinar yang dibiaskan akan terletak di depan retina. Pada dasarnya, progresivitas rabun jauh akan menjadi stabil mulai usia 20 tahun, artinya minus tidak akan bertambah, atau kalaupun bertambah hanya sedikit.

Koreksi mata miopia dengan memakai lensa minus/negatif ukuran teringan yang sesuai untuk mengurangi kekuatan daya pembiasan di dalam mata. Biasanya pengobatan dengan kaca mata dan lensa kontak.  Untuk mencegah penambahan minus, sebaiknya pasien juga menjalani gaya hidup sehat bagi mata, seperti mengatur jarak baca 40 - 45 cm dengan cahaya yang cukup, mengistirahatkan mata setiap kali melakukan kegiatan membaca buku atau menggunakan komputer, serta makan makanan yang banyak mengandung vitamin A.

Sedangkan satu-satunya cara untuk mengurangi minus dengan tindakan medis adalah dengan melakukan pembedahan pada kornea mata, yaitu dengan keratotomi radial, keratotomi fotorefraktif, atau Laser Asissted In situ Interlamelar Keratomilieusis (LASIK).

Silindris disebut juga astigmatisme, merupakan kelainan refraksi pada kornea atau lensa mata. Hal ini disebabkan karena kelengkungan kornea atau lensa mata tidak seragam. Kelainan reftaksi pada astigmatisme menyebabkan banyangan jatuh tidak pada satu titik, akhirnya menyebabkan benda tampak kabur.Hal ini terjadi karena kelengkungan kornea  atau lensa yang tidak simetris seperti bola. Penyebab dari astigmatisme masih belum diketahui namun belum ada yang menyebutkan bahwa penyakit ini adalah penyakit genetik. Pengobatan adalah dengan koreksi memakai kacamata, soft lens, atau dengan operasi (Lasik)

Untuk informasi lengkap Anda, saya sertakan artikel mengenai: Serba-Serbi LASIK.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (EA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar