Sukses

Diabetes

12 Dec 2013, 11:30 WIB
Pria, 52 tahun.
Suami saya sekitar 3 bulan an berat badannya berkurang banyak, semula 82 kg menjadi 68 kg, sering kesemutan, bangung tidur suka kram, cepet lelah. setelah dibawa kedokter ternyata gula darahnya 596 tp pada saat dibawah kedokter suami saya habis makan mangga. Oleh dokter suami saya dikasih obat untuk menurunkan gula darahnya setelah 5 hari, gula darah dichecked lagi turun menjadi 176. Pertanyaan saya: -apakah suami saya sudah terkena diabetes (orangtua tidak ada riwayat diabetes)? -apakah obat penurun gulanya harus terus diminum atau hanya sampai gula darahnya normal. -apakah perlu pengecekan keseluruhan (medical check-up)? -apakah perlu pengecekan rutin untuk gula darahnya, jika ya kapan waktu yg tepat dan setiap berapa lama? Terima kasih
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

 Terimakasih atas pertanyaan Anda.

1. Memang sepertinya suami Anda terkena diabetes oleh karena gula suami Anda hingga mencapai 596. Pertama saya terangkan sedikit tentang diabetes. Diabetes itu terjadi saat fungsi dari insulin (hormon yang memasukkan gula ke dalam sel tubuh) berkurang hingga tidak berfungsi, yang menyebabkan gula yang kita konsumsi tidak bisa masuk ke dalam sel sehingga gula tersebut jalan-jalan saja di dalam darah. Pada orang normal saat fungsi insulin yang dikeluarkan oleh sel pankreas masih normal, berapa banyak gula yang kita makan pun pasti gula darah kita masih normal, di saat fungsi insulin berkurang hingga 50% pun saat kita makan banyak tetap gula darah kita normal. Saat insulin kita sudah tidak berfungsi atau hanya berfungsi sedikit di saat itu dengan makanan sedikit saja gula darah bisa naik. Dimana proses ini berjalan bertahun-tahun.  Bisa saja orang yang tidak ada riwayat diabetes di keluarga terkena diabetes. 

2. Obat anti-diabetes sebaiknya diminum terus oleh karena saat obat tersebut di stop, cenderung gula dapat naik dan dapat berakibat fatal. Namun harus disesuaikan ya bu, obatnya cocok atau tidak oleh karena ada beberapa obat yang justru membuat gula drop, diusakan agar gula selalu dalam range normal. 

3. Sebaiknya selain cek gula darah sewaktu, cek juga HbA 1c (rata-rata gula darah dalam 3 bulan) pemeriksaan ini yang menentukan apakah benar gula darah itu terkontrol atau tidak, fungsi ginjal (ureum, creatinin), lipid profile (kolestrol, HDL, LDL, Trigliseride), dan mungkin pemeriksaan jantung seperti calcium score atau echocardiografi oleh karena diabates sering dapat menimbulkan kompilakasi ke jantung dan ginjal serta kondisi diabetes sering berkaitan dengan tekanan darah tinggi dan kondisi  dislipidemia (kolestrol tiniggi). 

5. Perlu bu, terutama di awal-awal pengobatan coba cek setiap pagi bangun tidur sebelum makan dan siang/sore/malam, pengecekan ini tidak perlu terlalu sering misalnya seminggu sekali atau beberapa hari sekali. Pada awal-awal perlu dilihat apakah obat gulu cocok atau tidak. Sangat penting Ibu memiliki alat pemeriksaan gula di rumah, oleh karena dapat saja bapak tiba-tiba gulanya tinggi atau rendah dimana keadaan ini bila tidak ditangani dapat berakibat fatal. Sebaiknya Ibu harus ada dokter umum atau dokter specialis penyakit dalam yang dapat membina bapak selama bapak sakit, kan ibu harus rajin kontrol, selain obat pun diperlukan diet untuk makanan penderiita diabetes dimana dibutuhkan kerjasama beberapa dokter seperti dokter gizi, peyakit dalam, dsb.  

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (EA)

Salam, 

Tim Redaksi Klik Dokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar