Sukses

Kurus vs. Ingin Hamil

19 Oct 2014, 06:09 WIB
Wanita, 25 tahun.
Salam Dok, saya baru menikah 3 bulan. Saya dan suami berencana untuk segera memiliki momongan. Yang ingin saya tanyakan adalah, (1) berat badan saya tergolong kurus (TB=160, BB=38), sudah berbagai cara mulai dari olah raga dan memperbanyak intensitas makan untuk menaikkan berat badan, namun berat badan tetap stagnan tidak bisa naik, apakah hal itu berpengaruh pada masalah kesuburan atau peluan memiliki momongan? (2) Setiap setelah berhubungan, beberapa waktu kemudian keluar cairan bening dari Miss V, apakah itu termasuk sperma yang keluar lagi? dan amankah hal yg demikian itu? Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Mohon Dokter memberikan respon dan saran.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Ibu yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Saya memahami kekhawatiran Ibu, dan keinginan Ibu dan suami untuk memiliki buah hati. 

Menurut penelitian, sedikitnya hanya sekitar 85% pasangan suami istri yang akan hamil dalam satu tahun pertama pernikahan dan 92% pada tahun kedua pernikahan. Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer (gangguan kesuburan) apabila telah memenuhi kriteria berikut, yaitu : belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi. Bagaimana dengan frekuensi Anda dan suami melakukan hubungan seksual? 

Saat ini Anda memang dalam kondisi underweight. Apakah sebelumnya sudah pernah medical check up? Berat badan yang terlalu rendah memang perlu diusahakan untuk menuju normal.  Pada dasarnya, berat badan tidak bertambah disebabkan karena konsumsi energi lebih rendah dari kebutuhan. Dalam hal ini, sebagian cadangan energi tubuh dalam bentuk lemak akan digunakan. Penyebab lain adalah karena metabolisme tubuh yang cepat (biasanya merupakan faktor keturunan).  Selain itu, seseorang yang termasuk dalam kategori kurus dapat disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti hipertiroid, penyakit jantung bawaan atau tuberkulosis. Sebaiknya memang Anda melakukan medical check up untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menaikkan berat badan, antara lain:

 

  • Makan secara teratur 3 kali sehari dengan gizi seimbang lebih banyak dari biasanya dan ditambah 2 kali makanan kecil (biskuit yang mengandung keju dan susu, minuman yogurt, jus buah). Gizi seimbang adalah susunan hidangan sehari yang mengandung zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral) dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan tubuh untuk dapat hidup sehat secara optimal.
  • Meningkatkan asupan protein dan karbohidrat sangat baik untuk meningkatkan berat badan. Makan lebih banyak makanan sumber energi dan protein dari biasanya seperti roti, nasi, umbi-umbian, ikan, daging, tempe, tahu. 
  • Berolahraga secara teratur. Beberapa jam setelah olahraga biasanya akan terasa lapar sehingga meningkatkan nafsu makan, yang tentunya berguna untuk menaikkan berat badan. Jenis olah raga pun tidak perlu yang sulit atau terlalu berat. Berjalan kaki selama 30 menit secara teratur sudah cukup untuk menjaga keseimbangan tubuh.
  • Istirahat yang cukup agar energi Anda tidak banyak terbuang percuma.
  • Memperbanyak minum air putih.

Cairan ejakulasi yang keluar sedikit setelah melakukan hubungan sangat wajar terjadi dan hal tersebut tidak mempengaruhi potensi terjadinya kehamilan selama sperma yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan jumlah yang cukup. Kualitas dan kuantitas sperma yang dihasilkan oleh seorang pria dapat diketahui melalui pemeriksaan analisa sperma.

Untuk mendapatkan keturunan, anda sebaiknya melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat mendapatkan keturunan adalah saat terjadinya ovulasi (masa subur). Ovulasi adalah suatu peristiwa dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Pada wanita dengan siklus menstruasi yang teratur (28 hari), waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi.


Karena itu untuk memperbesar kemungkinan terjadi pembuahan, kami sarankan untuk berhubungan intim teratur, 3-4x/minggu, terutama pada saat terjadinya ovulasi. Pada sebagian besar pasangan, kehamilan dapat terjadi dalam 1 tahun pertama setelah menikah.

Perlu juga diperhatikan:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil.
  • Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas, Menurut The Center for Disease Control(CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
  • Ketahui masa subur Anda, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas).

Jika Anda telah melakukan berbagai tindakan seperti di atas dan hasil yang didapatkan dalam keadaan normal, namun tetap belum mendapatkan keturunan, bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa pada Nya. Semoga Anda dan suami dapat segera dianugerahi buah hati.

Saya sertakan artikel:

Merencanakan Kehamilan

6 Tips untuk Mempercepat Kehamilan

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Redaksi Klikdokter



 

    0 Komentar

    Belum ada komentar