Sukses

Ingin Hamil, Rahim Terbalik

20 Oct 2014, 10:55 WIB
Wanita, 35 tahun.
Dok....saya ini sdh insem sebanyak 6 kali dg 2 dokter tapi sampai sekarang blm hamil juga. semua pemeriksaan baik saya maupun suami sdh pernah saya lakukan dan hasilnya semua baik, hanya saja sel telur saya yang susah untuk membesar dan jg kt dokter yang membaca hasil HSG saya ktnya model rahim saya terbalik (retro apa gt namanya). Yang saya tanyakan dok, usaha apa lagi yang harus saya lakukan agar sel telur saya bisa bnyk yg besar dan apakah dg posisi rahim saya itu masih bisa untuk hamil dan bagaimana crnya. Terima kasih dok.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Sayang sekali kami tidak dapat menentukan hasil USG Anda karena kami tidak melakukan pemeriksaan tersebut. Anda sebaiknya kembali menanyakan dan memastikan informasi ini kepada dokter yang menangani Anda.

Posisi rahim yang terbalik saja tidak akan mempengaruhi fertilitas, dan berhubungan intim dengan posisi Anda menungging dan penetrasi dari arah belakang lebih mempermudah sperma untuk menemukan jalan masuk ke mulut rahim. Namun, perlu dipastikan apakah seluruh saluran reproduksi dalam kondisi yang baik, misalkan kondisi saluran tuba (tempat pembuahan terjadi), dll.

Dalam keadaan normal, rahim berada dalam posisi antefleksi dan anteversi. Posisi antefleksi adalah posisi fundus (bagian paling atas dari rahim) condong ke arah depan. Sedangkan anteversi berarti rahim sedikit naik terdorong ke depan. 

Disamping itu, 20-30% wanita memiliki rahim dengan posisi ke belakang yang dikenal dengan posisi rahim retrofleksi. 

Berbagai posisi uterus tersebut baik anteversi maupun retrofleksi merupakan suatu variasi normal pada anatomi sistem reproduksi wanita. Memang pada umumnya wanita selalu merasa khawatir akan pengaruh posisi rahimnya terhadap kesuburannya, namun pada kenyataannya posisi rahim tidak berpengaruh terhadap kesuburan seorang wanita dan kemampuannya untuk hamil.

Gangguan kesuburan pada kasus ini hanya karena pada saat berhubungan mulut rahim tidak terpapar oleh sel sperma. Biasanya untuk kasus seperti ini di upayakan agar cairan sperma, bisa mencapai mulut rahim, misalnya dengan posisi ibu setelah berhubungan meletakkan punggung ditempat yang lebih tinggi (diganjal).

Cara lain yang dapat dilakukan adalah melakukan hubungan intim dengan posisi Doggy Style (dari arah belakang) sehingga sperma tidak akan keluar lagi. Setelah itu jangan langsung tidur/berdiri, namun tetap berada dalam posisi sujud sekitar 20-30 menit. Jika kemungkinan penyebab infertilitas yang lain tidak dijumpai, maka upaya operasi rekonstruksi dapat dilakukan.

Untuk mendapatkan keturunan, anda sebaiknya melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat mendapatkan keturunan adalah saat terjadinya ovulasi (masa subur). Ovulasi adalah suatu peristiwa dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Pada wanita dengan siklus menstruasi yang teratur (28 hari), waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi.


Karena itu untuk memperbesar kemungkinan terjadi pembuahan, kami sarankan untuk berhubungan intim teratur, 3-4x/minggu, terutama pada saat terjadinya ovulasi. Pada sebagian besar pasangan, kehamilan dapat terjadi dalam 1 tahun pertama setelah menikah.

Masalah sel telur yang sulit membesar perlu dikonsultasikan dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda. Dokter mungkin akan memberikan bantuan hormon. Selain itu dalam proses inseminasi buatan sangat penting agar Anda tidak stres dan tidak terlalu sibuk. Bagaimana dengan kegiatan Anda selama ini?

Kami berharap Anda dan pasangan dapat terus bersabar dan berusaha, serta tidak lupa berdoa dan menyerahkan semua kepada Sang Pencipta karena untuk memiliki keturunan tidak dapat dipisahkan dari campur tangan Yang Maha Kuasa pemberi kehidupan. Kontrol dan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda sangat dianjurkan untuk perencanaan kehamilan dalam kondisi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter


 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar