Sukses

Menikah 11 Tahun, Rahim Terbalik

19 Oct 2014, 11:24 WIB
Wanita, 36 tahun.
Dok, saya sudah menikah selama lebih dari 11 tahun. Hingga saat ini, kami belum mempunyai anak. Rahim saya hiper retrofleksi, tapi selain itu kondisi saya baik2 saja. Suami agak bermasalah, tapi setelah konsultasi dan berobat di Androlog, kualitas spermanya bagus sehingga kami mengikuti program IB, tapi gagal. Apa yang harus dilakukan dengan kondisi rahim yang hiperretrofleksi?
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Posisi rahim yang terbalik saja tidak akan mempengaruhi fertilitas, dan berhubungan intim dengan posisi Anda menungging dan penetrasi dari arah belakang lebih mempermudah sperma untuk menemukan jalan masuk ke mulut rahim. Namun, perlu dipastikan apakah seluruh saluran reproduksi dalam kondisi yang baik, misalkan kondisi saluran tuba (tempat pembuahan terjadi), dll.

Dalam keadaan normal, rahim berada dalam posisi antefleksi dan anteversi. Posisi antefleksi adalah posisi fundus (bagian paling atas dari rahim) condong ke arah depan. Sedangkan anteversi berarti rahim sedikit naik terdorong ke depan. 

 

Disamping itu, 20-30% wanita memiliki rahim dengan posisi ke belakang yang dikenal dengan posisi rahim retrofleksi. 

Berbagai posisi uterus tersebut baik anteversi maupun retrofleksi merupakan suatu variasi normal pada anatomi sistem reproduksi wanita. Memang pada umumnya wanita selalu merasa khawatir akan pengaruh posisi rahimnya terhadap kesuburannya, namun pada kenyataannya posisi rahim tidak berpengaruh terhadap kesuburan seorang wanita dan kemampuannya untuk hamil.

Gangguan kesuburan pada kasus ini hanya karena pada saat berhubungan mulut rahim tidak terpapar oleh sel sperma. Biasanya untuk kasus seperti ini di upayakan agar cairan sperma, bisa mencapai mulut rahim, misalnya dengan posisi ibu setelah berhubungan meletakkan punggung ditempat yang lebih tinggi (diganjal).

Cara lain yang dapat dilakukan adalah melakukan hubungan intim dengan posisi Doggy Style (dari arah belakang) sehingga sperma tidak akan keluar lagi. Setelah itu jangan langsung tidur/berdiri, namun tetap berada dalam posisi sujud sekitar 20-30 menit. Jika kemungkinan penyebab infertilitas yang lain tidak dijumpai, maka upaya operasi rekonstruksi dapat dilakukan.

Untuk mendapatkan keturunan, anda sebaiknya melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat mendapatkan keturunan adalah saat terjadinya ovulasi (masa subur). Ovulasi adalah suatu peristiwa dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Pada wanita dengan siklus menstruasi yang teratur (28 hari), waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi.


Karena itu untuk memperbesar kemungkinan terjadi pembuahan, kami sarankan untuk berhubungan intim teratur, 3-4x/minggu, terutama pada saat terjadinya ovulasi. Pada sebagian besar pasangan, kehamilan dapat terjadi dalam 1 tahun pertama setelah menikah.

Perlu juga diperhatikan:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil.
  • Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas, Menurut The Center for Disease Control(CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
  • Ketahui masa subur Anda, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas).

Kami berharap Anda dan pasangan dapat terus bersabar dan berusaha, serta tidak lupa berdoa dan menyerahkan semua kepada Sang Pencipta karena untuk memiliki keturunan tidak dapat dipisahkan dari campur tangan Yang Maha Kuasa pemberi kehidupan. Kontrol dan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda sangat dianjurkan untuk perencanaan kehamilan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter


 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar