Sukses

Permasalahan Dalam Hidup

18 Oct 2014, 20:10 WIB
Wanita, 39 tahun.
Saya sudah berusia 39 tahun tapi masih belum menikah juga. Sejak kecil saya sudah mengalami kelainan tingkah laku seperti sampai umur 3 tahun masih makan bubur, sampai umur 6 tahun masih belum bisa makan, mandi, sikat gigi, berpakaian sendiri. Sampai umur 10 tahun belum bisa naik eskalator. Memang sudah diterapi, tapi gerak motorik masih lambat dan setiap kali makan nasi harus didorong dengan air dan makan pakai gigi depan. Selain itu tangan kurang terampil dan badan mudah capai, sakit, dan rentan terhadap infeksi sehingga mudah stres dan depresi. Karena itu kadang2 saya minder jika bergaul dan seringkali kurang bisa kerja sama dalam kelompok. Mulai remaja sampai sekarang ini saya sering dianggap aneh dalam bergaul sehingga kesan orang saya ini bodoh padahal IQ di atas rata2 dan bisa tamat S-2 serta berbakat dalam sastra. Saya memang berhasil dalam studi tapi belum mapan kerja dan belum dapat jodoh yang pas. Kerja saya sekarang masih freelance yang honornya tidak seberapa karena kalau kerja di perusahaan yang jauh dari rumah, saya tidak bisa mengendarai kendaraan sendiri. Karena saya sering dianggap aneh dalam pergaulan, orang sering ragu-ragu kalau ingin berjodoh dengan saya. Karena itu saya sangat kecewa, patah hati, sering tidak konsentrasi belajar/bekerja karena pikiran selalu dikuasai tentang cari jodoh. Karena tidak dapat menahan diri, saya jual diri untuk melampiaskan nafsu seks yang sudah tidak bisa dibendung lagi dan saya rela walaupun sekarang ini Hanya berhubungan tanpa status dengan seorang cowok yang menderita gangguan jiwa skizophrenia dan masih pengangguran karena saya belum menemukan cowok yang benar-benar cinta dan mau menerima apa adanya serta mapan. Saya sudah 13 kali main seks sejak tahun 2008 dengan cowok yang berbeda dan dibayar sehingga dosis obat saya yaitu Cymbalta tetap 60 mg tapi Olandoz dinaikkan dari 2,5 mg menjadi 5 mg. Akibatnya saya was-was kalau kena virus HIV. Yang saya kuatirkan sekarang yaitu saya takut kalau sampai tua tidak mendapat jodoh juga maka saya akan kesepian dan telantar karena sepertinya semua orang sudah tidak mau bergaul lagi dengan saya baik sesama cewek maupun cowok. Mereka bilang saya wanita tuna susila. Sekarang yang mau bergaul dengan saya cuma teman cowok yang penderita skizophrenia itu tapi saya juga merasa tidak bahagia. Bagaimana cara mengatasi semua masalah ini? Apakah saya harus menemukan orang yang benar-benar mau menerima saya apa adanya?
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kami mengerti rasa kekhawatiran Ibu. Untuk menemukan pasangan sebernarnya itu merupakan jalan dari Tuhan. Apakah Ibu memiliki hobi? Kami sarankan memang sebaiknya Ibu fokus ke hobi Ibu, karena Ibu sudah cukup usia jadi memang sebaiknya jangan mendengarkan kata-kata orang lain. Untuk pekerjaan, sebaiknya Ibu memiliki pekerjaan tetap, walaupun gaji tidak cukup namun setidaknya ada kesibukan jadi Ibu dapat mengalihkan pikiran Ibu dari hal-hal negatif lain.

Untuk mengatasi masalah sex Ibu, bila Ibu takut terkena HIV, sebaiknya Ibu melakukan pemeriksaan darah untuk memeriksa HIV jadi rasa was-was Ibu dapat berkurang, banyak kok orang yang melakukan pemeriksaan HIV tidak perlu merasa malu. Dan sebaiknya Ibu ingat kalau ingin berhubungan seksual dengan bukan pasangan sebaiknya gunakan pengaman (kondom) agar terhindar dari penyakit menular seksual. Dan coba Ibu bangun harga diri Ibu, setiap manusia pasti ada jalan dari Tuhan dalam hidup, jangan merasa diri Ibu tidak berharga hingga ingin menjual diri. 

Apakah Ibu masih memiliki keluarga dekat? Sebaiknya Ibu banyak berbicara dan menceritakan masalah Ibu ke keluarga Ibu oleh karena keluarga merupakan bantalan kenyamanan dalam hidup. Untuk pasangan Ibu sekarang, bila memang Ibu merasa tidak tepat maka jangan diteruskan. Banyak berdoa saja ke Tuhan agar mendapat pencerahan dalam hidup dan mendapat jodoh. Namun ingat banyak orang yang tidak menikah hingga usia tua dan untuk melampiaskan semua masalah mereka, mereka mendekatkan diri dengan agama atau Tuhan. Bila Ibu ada masalah jangan segan-segan untuk berbicara dengan keluarga. Lalu Ibu juga dapat selalu menceritakan masalah Ibu ke dokter ahli kejiwaan ibu. 

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klik Dokter 

    0 Komentar

    Belum ada komentar