Sukses

PCOS

21 Nov 2013, 15:19 WIB
Wanita, 26 tahun.
Dear Dokter yth, Saya berusia 26 tahun dan suami 30 tahun. Kami sudah menikah selama 1 tahun dan belum dikaruniai keturunan. Haid saya sejak remaja tidak teratur, kadang 1 bulan sekali atau 2 bulan sekali. Sejak tahun 2007 sd sekarang, berat badan saya naik drastis, yakni 20 kg. Semenjak BB saya 67 kg (tinggi 160 cm), haid saya makin terganggu, siklus terlama saya adalah 5 bulan tidak haid. Saya sudah pernah USG TV dan dokter men-diagnosa saya Suspect PCOS, ada beberapa telur yang tidak matang (kt dokternya). Yang ingin saya tanyakan: - Apakah benar saya menderita PCO jika hanya tes USG TV? dan mungkinkah PCO bisa ketahuan dengan USG biasa saja? (karena saya prnah konsul ke dokter yg lain, diagnosa nya saya tidak PCO. - Saat ini saya di resepkan Profertil, untuk induksi ovulasi. terapi pertama saya tdk berhasil hamil, dan sedang masuk induksi kedua. Apakah saya lanjutkan terapi induksi ovulasi ini, ataukah ada metode lain ya Dok.?saya baru mau HSG dan belum test hormon. Mohon maaf jika pertanyaannya terlalu panjang. Terima kasih sebelumnya atas kesediaan dokter menjawab.. :)
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Sindroma ovarium polikistik atau lebih dikenal dengan Policystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah kelainan di indung telur wanita akibat ketidakseimbangan hormon. Sindroma ovarium polikistik dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan menyebabkan gangguan kesuburan. Gejalanya antara lain adalah mentruasi tidak teratur (menjadi jarang atau berdarah banyak), gangguan kesuburan, gangguan pematangan sel telur sehingga telur yang ada berukuran kecil, gangguan metabolisme lemak, peningkatan berat badan dan jaringan lemak pada tubuh bagian atas, timbul jerawat pada muka atau badan,  pertumbuhan rambut-rambut halus yang berlebihan di wajah dan badan.

Memang, mayoritas penderita sindroma ovarium polikistik memiliki masalah dengan berat badannya dan resistensi insulin yang menyebabkan hambatan perkembangan folikel kemudian memicu terjadinya siklus anovulatorik (tanpa sel telur). Namun perlu diketahui bahwa perkembangan penyakit ini juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Hampir semua penderita PCOS memiliki kerabat sedarah yang pernah menderita masalah yang sama.

Agar dapat mengalami pembuahan, sel sperma harus bertemu dengan sel telur matang. Akan tetapi hanya sebagian kecil penderita PCOS yang mengalami pelepasan sel telur matang dari indung telur (ovulasi), sehingga sebagian besarnya dapat mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan. Namun bukan berarti kehamilan tidak mungkin terjadi. Pada keadaan ini, dibutuhkan terapi bantuan untuk meningkatkan kesempatan terjadinya kehamilan.

Dokter perlu melakukan evaluasi terlebih dahulu untuk menilai ada/tidaknya ovulasi pada Anda, baru dapat  ditentukan terapi yang sesuai. Perlukah dilakukan induksi ovulasi ataukah terapi lain? Diskusikanlah dengan dokter kebidanan dan kandungan Anda mengenai berbagai pertimbangan yang mungkin diambil, agar dapat tercapai solusi yang terbaik untuk Anda dan pasangan.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (NO) 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar