Sukses

ADHD vs Autisme

19 Oct 2014, 19:20 WIB
Wanita, 39 tahun.
Selamat siang dok..mf sy mw nanya 1. anak saya umur 3,8 th gk bisa diem aktif banget dan jahil bgt sama tmn2nya trs klo maen sama tmn2nya gk bs lama lgs jahil dan dia lebih suka maen sendiri bermaen immajinasi,,bahaya gk dok??mksh 2. apa bedanya anak hiperaktif sama anak autis?? trims dok
dr. Adithia Kwee

Dijawab Oleh:

dr. Adithia Kwee

 Terima kasih Anda telah menggunakan fasilitas e-consultation KlikDokter

Kami mengerti keresahan yang Anda alami. Sebelum melanjutkan ijinkan saya menjelaskan sedikit mengenai ADHD dan Autisme.

ADHD adalah kepanjangan dari "Attention Defecit Hiperactivity Disorder", dalam bahasa indonesianya berarti gangguan pemusatan perhatian seperti hiperaktif. Gangguan ini ditandai dengan tidak adanya kemampuan anak untuk memusatkan perhatiannya pada sesuatu yang dihadapi, Sehingga rentang perhatiannya sangat singkat waktunya. dibandingkan dengan anak lain yang seusianya. biasanya disertai dengan gejala hiperaktif dan tingkah laku yang impulsif. Untuk mengasuh anak dengan ADHD memerlukan kesabaran, konsistensi, energi dan perhatian yang lebih. Itulah hal yang terpenting yang harus Anda dan istri Anda ketahui. Anak dengan ADHD tidak akan berubah jika dimarahi atau ditegur dengan nada tinggi.

Autisme merupakan gangguan perkembangan fungsi otak yang mencakup bidang sosial dan fungsi afek, komunikasi verbal (bahasa) dan non verbal, imajinasi, fleksibilitas, lingkup interest (minat), kognisi dan atensi. Biasanya perilaku-perilaku yang sering dilaporkan oleh orang tua pasien adalah keterlambatan berbicara dari anak-anak biasanya, perilaku aneh acuh dan tak acuh, atau cemas jika anaknya dicurigai tuli. Kebiasaan abnormal ini biasanya sudah terlihat pada anak berusia 3 tahun. Pada saat-saat inilah biasanya orang tua menyadari bahwa anaknya memiliki kelainan, walaupun tak sepenuhnya sama.

Kondisi anak Anda yang aktif dan jahil sudah tentu bukan menandakan Autisme, karena anak yang autis tidak dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Nasehati dan berikan pendekatan terhadap anak Anda, jika kondisi tersebut semakin memburuk dan sulit dikendalikan konsultasikan kondisi anak Anda dengan Psikiater agar diberikan terapi yang tepat. Berikut ini kami sertakan pula artikel artikel yang berkaitan dengan pertanyaan Anda.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat. (AK)

Salam Tim redaksi KlikDokter

 

 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar