Sukses

Diet Asam Urat

19 Nov 2013, 14:24 WIB
Wanita, 27 tahun.
dok saya mau tanya masalah asam urat. ibu saya kata dokter disini dan alternatif terkena asam urat,sudah 5tahun terakhir ini beliau sering mengeluh sakit apa lagi kalau sudah kebanyakan kena air. dulu setiap sakit dianggap kecapean jadi sering diurut, kalau periksa ke dokter sudah sering, malah setiap sakit selalu ke dokter. pengobatan alternatif pun sering digunakan, sampai-sampai sebagian besar makanan harus di hindari. kakinya kalau sudah sakit biasanya agak bengkak dan susah untuk jalan. adakah solusi yang lebih baik untuk ibu sy dok? dan makanan apa saja yg benar-benar hrs dihindari? apa solusi yangtepat untuk ibu saya dok?
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda. 

Asam urat merupakan zat sisa yang dibentuk oleh tubuh pada saat regenerasi sel. Bila terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah tanpa menimbulkan gejala apapun maka disebut dengan hiperurisemia asimtomatik. Sedangkan, bila terjadi peningkatan kadar asam urat di dalam tubuh yang tidak dapat dikendalikan dan menyebabkan gejala maka dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti artritis gout (radang pada persendian) atau batu ginjal.  Beberapa orang dengan gout membentuk lebih banyak asam urat dalam tubuh nya (10%), sehingga sisa asam urat (90%) dalam tubuh Anda, tidak efektif dibuang melalui air seni. Genetik, jenis kelamin, dan nutrisi (peminum alkohol, obesitas) memegang peranan penting dalam pembentukan penyakit gout.

Sumber dari asam urat adalah makanan, jadi yang Anda perlukan adalah diet rendah asam urat guna membatasi jumlah makanan yang mengandung purin (menyebabkan asam urat tinggi) di dalam asupan sehari-hari. Jika dalam kurun waktu 2-3 bulan tidak terjadi perbaikan kadar asam urat dalam darah melalui intervensi diet, maka dokter perlu meresepkan obat untuk mengatasi asam urat Anda. Selain itu Anda juga tetap perlu melakukan diet rendah purin.

Berikut adalah daftar bahan makanan yang dikelompokkan berdasarkan kandungan purinnya:

  • Kelompok I    : Kandungan purin tinggi (100-1000 mg purin/ 100 gr bahan makanan), sebaiknya dihindari: Otak, hati, jantung, ginjal, jeroan, ekstrak daging/ kaldu, bouillon, bebek, ikan sardin, makarel, remis, kerang.
  • Kelompok II  : Kandungan purin sedang (9-100 mg purin/ 100 gr bahan makanan), sebaiknya dibatasi: maksimal 50-75 gr (1-1 ½ ptg) daging, ikan atau unggas, atau 1 mangkok (100 gr) sayuran sehari. Daging sapi dan ikan (kecuali yang terdapat dalam kelompok 1), ayam, udang; kacang kering dan hasil olah, seperti tahu dan tempe; asparagus, bayam, daun singkong, kangkung, daun dan biji melinjo.
  • Kelompok III : Kandungan purin rendah (dapat diabaikan), dapat dimakan setiap hari: Nasi, ubi, singkong, jagung, roti, mi, bihun, tepung beras, cake, keju kering, puding, susu, keju, telur; minyak; gula; sayuran dan buah-buahan (kecuali sayuran dalam kelompok 2).

Berikut kami sertakan artikel:

Berdamai Dengan Asam Urat

Diet Hipertensi, Kolesterol, & Asam Urat

Vitamin C Turunkan Kadar Asam Urat

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (EA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar