Sukses

Terapi Hepatitis B

19 Oct 2014, 17:50 WIB
Wanita, 31 tahun.
bagaimana cara mengobati hepetitis B
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Saudari yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Hepatitis (radang pada hati) B  adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Hepatitis B merupakan penyakit hepatitis yang paling sering terjadi yang jarang diketahui orang awam, padahal virus ini lebih infeksius 100 kali daripada HIV.  Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

  • Kontak langsung darah dengan darah
  • Hubungan seksual yang tidak aman
  • Penggunaan jarum suntik tidak sterilTertusuk jarum suntik yang terinfeksi
  • Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing
  • Pada saat kehamilan – penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan
  • Penggunaan pisau cukur bersama
  • Tranfusi darah

 

Sekitar sepertiga kasus dari penderita hepatitis B dapat tidak mengalami gejala sama sekali. Sisanya, penderita hepatitis B dapat mengalami beberapa gejala seperti penyakit flu, disertai dengan badan leas dan nyeri, sakit kepala, demam, nafsu makan menurun, diare, badan terlihat kuning (ikterik), mual dan muntah.

 

Bila benar anda dinyatakan hepatitis B maka yang perlu dicheck adalah apakah hepatitis B yang Anda derita masih menularkan ke orang lain atau tidak . Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu melakukan pemeriksaan HBeAg dan Anti HBe . Apabila hasil yang didapat seperti ini :

  • HBe Ag reactive/ positif dan Anti HBe non reactive/negatif artinya Hepatitis B masih infeksius
  • HBe Ag non reactive/negatif dan anti HBe reactive/positif artinya Menderita Hepatitis B tapi sudah tidak menular lagi , disebut dengan Hepatitis B carrier .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) merupakan salah satu pemeriksaan yang biasanya dilakukan untuk mendeteksi apakah terdapat infeksi hepatitis B akut dan kronik. Apabila hasilnya  positif, maka pada umumnya orang tersebut menderita hepatitis B kronik, dimana nilai HBsAg akan tetap positif setelah jangka waktu beberapa bulan pada 5-10% pasien yang mengalami infeksi hepatitis B.

Pengobatan untuk hepatitis B kronik mencakup pemberian antiviral sepertilamivudine dan interferon alpha. Namun, sebelum diberikan pengobatan, diperlukan pemeriksaan serologi hepatitis B yang lengkap, misalnya kadar HbeAg dan HBV-DNA serta fungsi hati (SGPT dan SPOT). Hal tersebut bertujuan untuk menilai apakah Anda memiliki indikasi untuk diberikan terapi antiviral, dan untuk memantau perkembangan penyakit setelah diberikan obat.

Anda juga harus berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis ilmu penyakit dalam divisi hepatologi karena pengobatan untuk hepatitis B tidak sederhana.

Berikut kami sertakan artikel berkaitan dengan hepatitis B:

Hepatitis B.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (PNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar