Sukses

Graham Patah dan Implant

15 Nov 2013, 14:20 WIB
Pria, 20 tahun.
Dok saya mempunyai beberapa pertanyaan ? 1. Gigi geraham saya patah , sedikit, ga nype setengah, tp patah sampai daging , apakah itu solusinya, tanpa dicabut ? 2. Jika memang terpaksa dicabut , apa bisa nanti saya tanam gigi,karena saya ingin ikut tes polisi. 3. Mengapa pertumbuhan gigi pada manusia hanya satu kali ? Terima kasih dok, selamat siang
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terimakasih atas pertanyaan Saudara.

 

Terdapat beberapa solusi dalam penanganan gigi yang patah, dimana jenis perawatanya tergantung dari seberapa besar dan dalam bagian gigi yang patah. Selain pencabutan solusi dari masalah yang Saudara alami antara lain penambalan dengan komposit dan penambalan dengan logam tuang, dimana dokter gigi yang akan menentukan jenis perawatan yg tepat untuk Saudara setelah memeriksa keadaan klinis gigi dan apabila dibutuhkan  juga akan dilakukan pemeriksaan radiografi.

Salah satu cara untuk menggantikan gigi yang dicabut adalah dengan tehnik implant, seperti yang Saudara tanyakan. Perbedaan dental implant dengan gigi palsu biasa adalah pada implant terdapat bagian yang ditanam didalam tulang yang berfungsi seperti akar gigi. Prosedur implant ini harganya masih relatif mahal dan tidak dianjurkan pada pasien berusia 17 tahun keatas. Walaupun dental implant merupakan prosedur yang aman dilakukan tetapi dalam pelaksaanannya semua persyaratan harus dipenuhi. Diperlukan pemeriksaan secara langsung bagi Saudara untuk mengetahui apakah pada Saudara dapat dilakukan pemasangan implant.

Pada manusia akan tumbuh gigi pertama kali pada masa balita  berupa gigi susu dan kemudian gigi susu tersebut akan digantikan dengan gigi permanen yang mulai tumbuh  pada usia 6-13 tahun dan yang terakhir akan tumbuh gigi graham bungsu pada usia 17-21 tahun. Proses terbentuknya benih gigi manusia terjadi sejak dalam kandungan dan hanya terjadi pada saat itu saja sehingga itulah alasannya mengapa setelah gigi tetap atau permanen dicabut tidak akan tumbuh kembali.

 

Demikian informasi yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat.

Salam

Drg. Arni Maharani.

    0 Komentar

    Belum ada komentar