Sukses

Tak Kunjung Hamil

11 Nov 2013, 15:54 WIB
Wanita, 24 tahun.
apakah haid yang tdak lancar mempengaruhi kehamilan?karena saya sudah 7 bulan menikah tpi belum juga hamil.memang jadual haid sya tidak teratur dari SMA.biasanya haid 2 bulan sekali.padahal sudah periksa kedokter tapi katanya baik2 aja.
dr. Adithia Kwee

Dijawab Oleh:

dr. Adithia Kwee

Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami keresahan Ibu. Jikalau Ibu sudah memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan dan dikatakan bahwa semuanya baik-baik saja maka tidak ada masalah pada saluran reproduksi Anda.

Bagaimana dengan frekuensi Anda melakukan hubungan seksual? Apakah Anda dan suami telah melakukan hubungan seksual di sekitar masa subur Anda? Masa subur adalah masa dimana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur Anda, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid Anda dari 3-6 siklus haid terakhir.

Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu.

Perlu juga diperhatikan

Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil.

  • Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas, Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
  • Ketahui masa subur Anda, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas).

Kami menyarankan agar periksakan juga kondisi suami Anda, karena bisa saja terdapat kelainan dari pihak suami.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AK)

Salam, Tim Redaksi KlikDokter

 

 

 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar