Sukses

Ingin Punya Anak Laki-laki

13 Nov 2013, 09:51 WIB
Pria, 22 tahun.
dok...saya pengen punya anak laki2,trus melakukan sexs itu sama istri,trus saya mau tanya ada gk sih prosedur cara melakukan seks itu supaya nantinya anak saya yang lahir laki2?kemudian ada gk dok hubungannya dengan mkanan yg bisa membuat sel sperma itu kurang berkualitas/berpengaruh,sehingga anak perempuan yg lahir.saya pgen punya anak laki2.jadi tlong kasih sarannya lah dok gmn cranya.trim's
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Saudara yan terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Saya mengerti keinginan anda untuk memiliki anak laki-laki. Secara ilmiah, penelitian hingga saat ini menemukan bahwa yang memegang kendali dalam menentukan jenis kelamin anak adalah sperma dari suami. Laki-laki memiliki kromosom seks jenis X dan Y. Sel telur perempuan memiliki dua kromosom seks yang sama, yaitu X dan X. Sehingga bila dalam hubungan intim, sperma X yang membuahi sel telur maka terjadilah pertemuan kromosom X dengan X, sehingga yang didapat adalah bayi perempuan. Sedangkan, jika sperma Y yang membuahi sel telur, maka terjadilah pertemuan antara kromosom X dan Y, dan didapat bayi laki-laki. 

Ilmu ini dalam mewujudkan keinginan jenis kelamin anak hanya dapat ditempuh dengan metode inseminasi buatan atau bayi tabung, dan keberhasilan dari angka kehamilan dengan bayi tabung baru 30%. 
Namun, apabila ingin mencoba untuk memiliki anak laki-laki disarankan untuk berhubungan seksual pada saat ovulasi atau keluarnya sel telur dari indung telur. Ovulasi terjadi 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya plus minus 1 hari. Hal ini disebabkan karena sel sperma yang mengangkut genetik-Y (laki-laki) dapat berenang lebih cepat menuju sel telur namun tidak dapat bertahan lama di dalam saluran reproduksi wanita. Berbeda dengan sel sperma yang mengangkut genetik-X (perempuan) yang berenang lebih lambat namun mampu bertahan lebih lama di dalam saluran reproduksi wanita.

Perlu diingat bahwa peristiwa kehamilan dan penentuan jenis kelamin janin adalah kuasa dari sang Pencipta dan manusia hanyalah sebagai fasilitator di dalamnya. Sehingga, kembali lagi, segala sesuatunya dikembalikan kepada kuasa Sang Pencipta yang memberikan kehidupan.

Sehubungan dengan kualitas sperma, kualitas sperma akan menurun sejalan dengan pertambahan usia, dari segi jumlah maupun pergerakannya yang melambat. Selain usia, kualitas sperma juga dipengaruhi oleh beberapa faktor pada pria seperti makanan dengan gizi kurang adekuat, stress, obesitas, obat-obat, merokok, pestisida yang terdapat dalam makanan.

 

Penyebab jumlah sperma yang kurang dapat disebabkan oleh karena:

  • Kelelahan
  • Tidur yang kurang
  • Kegemukan
  • Kebiasaan merokok dan minum minuman keras
  • Stress berkepanjangan
  • Pengaruh lingkungan (radiasi atau bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri)
  • Suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testis

Kualitas sperma dapat ditingkatkan dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung:

  • Vitamin C: Melindungi sperma dari kerusakan karena oksidasi serta mengurangi aglutinasi sperma (sperma saling menempel)

  • Vitamin B6: Penting dalam pembentukan hormon seks pria

  • Vitamin B12: Bersama dengan asam folat, B12 diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang menyebabkan produksi sperma yang abnormal, penurunan jumlah sperma, dan kemampan gerak sperma.

  •  Vitamin E: Juga merupakan antioksidan. Membantu sperma dalam penetrasi sel telur.

  •  Zinc: Kekurangan zinc menurunkan kadar testosteron. Suplementasi mikronutrien ini dapat meninkatkan jumlah sperma dan memperbaiki kesuburan.

  •  Arginin dan L-Carnintine: Asam-asam amino yang diperlukan dapal pemebentukan serta fungsi normal sperma.

Yang dapat anda lakukan untuk mengatasinya adalah berolah raga teratur, makan makanan yang banyak mengandung zink (sea food, terong), dan vitamin E (tauge) yang dapat membantu meningkatkan jumlah sperma. Hindari stres dan faktor risiko yang kami sebutkan di atas dapat membantu memperbaiki kualitas sperma. 


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (PNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar