Sukses

Nyeri Perut dan Testis

20 Oct 2014, 09:31 WIB
Pria, 33 tahun.
Salam, Dokter Yth, tahun 2004 kemaren saya mencabutkan gigi seri atas saya karena kondisi sudah hitam-rusak pada waktu jatuh (th 1996). Esok hari stlh dicabut, mulai ada gangguan diperut sebelah kanan. Sudah periksa ke penyakit dalam (USG abdomen) dan dikatakan hanya masalah asam lambung, diberikan obat utk masalah lambung dan obat utk memperlancar air seni. Tetapi sampai sekarang masih ada gangguan tsb dibawah ini; -gangguan reflek muntah (sering, tanpa sebab dan kondisi psikis) -perut kanan njarem/sakit terutama bila mengangkat beban. -kelenjar/saluran pada buah zakar sebelah kanan bila di pegang pelan terasa sakit/njarem menjalar ke perut kanan atas. -retensi urin. -BAK tidak lancar, menetes, semburan lemah. -Sering diare, sakit perut. -Gangguan BAB/sembelit, tenaga kurang, bila mengejan perut kanan terasa nyeri. Apakah ini karena akibat dari asam lambung atau ada masalah di organ lainnya? Pemerikasaan medis lainnya yg diperlukan apa ya? Dulu pekerjaan saya drafter komputer, sehingga ritme kerjanya duduk. Demikian mohon penjelasannya. Terima kasih.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Saudara yang terhormat,

Terimakasih atas pertanyaan Anda. Anda menyebutkan beberapa gejala dan tanda yang berbeda-beda yang kemungkinan tidak berkaitan. Keluhan mual dan nyeri perut dapat disebabkan kondisi tingginya asam lambung atau sakit maag pada diri Anda. Apakah Anda sudah mendapatkan pengobatan? Sakit maag dalam dunia medis disebut dengan Dispepsia. Kami sertakan artikel yang berjudul: Dispepsia.

Orchalgia atau nyeri pada testis setelah ejakulasi dapat disebabkan oleh proses peradangan yang melibatkan kelenjar prostat atau vesikula seminalis. Untuk mengetahui penyebab pastinya, kami menyarankan Anda berobat ke dokter spesialis urologi. 

Untuk  memastikan penyebab, sebaiknya Anda mengunjungi dokter umum untuk pemeriksaan langsung alat kelamin Anda. Jika ternyata ditemukan hanya peradangan yang disebabkan oleh virus, umumnya keluhan akan menghilang sendirinya. Namun jika disebabkan oleh bakteri maka dibutuhkan pengobatan antibiotik.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.(PNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar