Sukses

Nyeri Haid

28 Oct 2013, 13:50 WIB
Wanita, 18 tahun.
dokter, saya ingin bertanya. Setiap haid hari pertama, saya selalu mengalami nyeri haid sampai muntah-muntah. Hal ini berlangsung semenjak saya kelas 1 SMP (umur 13 tahun) sampai sekarang (umur 18 tahun). Saya sempat panik dan bertanya pada ibu saya, namun ibu saya berkata bahwa beliau juga pernah mengalami hal sama ketika beliau masih muda. Apakah memang ini karena genetik? Karena saya dan ibu memiliki golongan darah yang sama (O+) lalu cara mencegah dan mengatasinya bagaimana? Terimakasih dokter
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terimakasih atas pertanyaan anda,

Nyeri perut bagian bawah memang sering ditemukan pada perempuan yang sedang menstruasi. Nyeri tersebut diakibatkan oleh hormon prostaglandin yang dikeluarkan oleh otot-otot dinding rahim. Prostaglandin menstimulasi otot rahim tersebut untuk berkontraksi, menyebabkan suplai darah ke rahim berhenti untuk beberapa saat dan meningkatkan sensitivitas ujung-ujung saraf nyeri, sehingga menimbulkan rasa nyeri. Prostaglandin juga bertanggung jawab terhadap gejala muntah, diare, dan sakit kepala yang biasanya juga muncul bersamaan dengan nyeri perut.

Nyeri haid ini masih dibilang normal jika berlangsung selama 2 - 3 hari, umumnya dimulai sehari sebelum mulai menstruasi. Jika Ibu telah mengalami nyeri haid ini sejak pertama kali menstruasi, hal ini disebutkan dismenore primer, dan merupakan hal yang normal atau fisiologis. Seiring dengan bertambahnya usia, intensitas nyeri semakin berkurang, dan biasanya akan hilang setelah mengalami kehamilan.

Sementara itu, untuk meredakan nyeri (bila diperlukan), Ibu dapat meminum obat anti radang yang dijual bebas seperti ibuprofen. Asam mefenamat sama dengan ibuprofen obat anti-inflamasi non-steroid. Namun, setiap obat memiliki risiko terjadinya efek samping, tak terkecuali obat-obat bebas ini. Umumnya efek yang perlu diperhatikan adalah efeknya terhadap saluran cerna (iritasi), hati, maupun ginjal. Karena itu konsumsi obat-obat ini sebaiknya hanya saat benar-benar diperlukan. Efeknya memang bukan langsung pada rahim, karena obat-obat ini sifatnya meredakan atau menyamarkan rasa sakit yang ada. Jamu-jamuan seperti Kiranti telah melalui uji klinis dan aman dikonsumsi. Berdasarkan literatur yang saya baca tidak ada efek samping yang terdokumentasi. Namun, prinsip yang digunakan adalah, pada dasarnya apapun yang dikonsumsi berlebihan, tidak baik. Karena itu, jamu-jamuan ini pun sebaiknya diminum seperlunya saja.

Dismenore sekunder berarti nyeri haid karena sebab-sebab tertentu berupa kelainan dari rahim, saluran tuba, dan indung telur, seperti peradangan dinding rahim, kista indung telur, infeksi rahim, dan radang rongga panggul. Salah satu faktor risiko nyeri haid yang berlebih adalah penggunaan kontrasepsi spiral. Riwayat merokok atau minum minuman beralkohol juga merupakan faktor risiko. Untuk mengatasinya, tentunya perlu ditangani penyebab-penyebab yang disebutkan di atas.

Jika tidak ada tanda-tanda tersebut, kemungkinan nyeri haid yang anda alami merupakan nyeri yang normal atau fisiologis. Selain itu, dapat dilakukan kompres hangat pada daerah perut bawah, pemijatan ringan pada perut bawah punggung bawah. Olahraga (terutama sebelum dimulainya menstruasi) dapat membantu mengurangi nyeri haid yang akan muncul. Selain itu, diperlukan nutrisi yang baik, dan jika perlu suplemen vitamin B6 (100 mg per hari) dan Magnesium (400 mg per hari) selama siklus menstruasi untuk menstimulasi produksi hormon dan relaksasi.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu. (EA)

Terimakasih

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar