Sukses

Penis Bengkok saat Ereksi

16 Oct 2013, 21:45 WIB
Pria, 21 tahun.
Selamat siang. Saya mau bertanya, saya seorang mahasiswa keperawatan, sering sekali teman-teman saya menanyakan masalah kesehatan kepada saya. Namun ada satu teman yang bertanya kepada saya dan saya tidak bisa menjawabnya. Saya berharap disini saya mendapatkan Jawabannya. Teman saya bercerita jikalau *maaf* Mr. P nya bengkok ke bawah kalau ereksi, dia mengatakan tidak merasa nyeri dan biasa saja. Apakah itu normal? Jikalau tidak apakah bisa di lakukan tindakan medis untuk meluruskannya? Terimakasih itu pertanyaanya. Selamat Siang
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Bapak / Saudara yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Salam saya untuk teman Anda. Sebelum melanjutkan saya perlu mengetahui beberapa hal: Sejak kapan teman Anda mengalami hal ini? Apakah sebelumnya pernah mengalami luka di daerah tersebut? Pernahkah merasa nyeri berkepanjangan saat ataupun setelah orgasme?

Penyebab paling sering dari keluhan yang teman Anda utarakan adalah Peyronie's Disease, yaitu sebuah keadaan terbentuknya lapisan jaringan  fibrosa parut (plak) yang keras di bawah kulit pada bagian atas atau bawah penis. Ketika penis mengalami ereksi, jaringan parut tersebut menarik bagian penis tersebut sehingga terbentuk penis yang bengkok. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri saat ereksi. Pada pemeriksaan fisik dapat dirasakan adanya plak yang keras di bawah kulit sisi yang bengkok. Penyebab tersering keadaan ini adalah trauma pada penis,. Beberapa obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan keadaan ini. Namun, banyak juga yang tidak diketahui penyebabnya. Faktor risiko keadaan ini adalah genetik (keturunan) atau keadaan lain yang serupa (jaringan yang mengeras sehingga menyebabkan bengkok) pada tangan atau kaki (kontraktur Dupuytren). Penyebab lain dapat berupa striktur pada uretra (riwayat trauma saluran kemih) atau hipospadia.

Umumnya, keadaan ini dapat membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, tergantung penyebabnya dapat dilakukan tatalaksana dengan obat maupun dengan operasi. Biasanya dokter akan mengamati dulu perkembangan keadaan ini selama beberapa bulan sebelum memutuskan apakah akan diberikan pengobatan ataupun dilakukan operasi, karena beberapa tindakan (operasi maupun bukan operasi) dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi.

Kami sarankan agar teman Anda berkonsultasi ke dokter spesialis urologi. Dokter tersebut dapat melakukan pemeriksaan secara lengkap, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan tambahan jika diperlukan. Pemeriksaan tambahan dapat berupa ultrasonografi penis untuk melihat struktur jaringan penis. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, temamn Anda dapat memperoleh penanganan yang optimal dan sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar