Sukses

Sirkumsisi

14 Oct 2013, 17:30 WIB
Pria, 19 tahun.
saya mau bertanya tentang perbaikan kondisi "kelamin" saat sesudah sunat saya waktu itu sunat masih SD kelas 6 dan sekarang saya baru lulus SMK, saya sunat menggunakan motede tradisional di kyai/dukun sunat, tidak dibius dan dijait, hanya dipotong lalu diberi obat bubuk dan perban, tidak ada kontrol apapun setelahnya. lalu sampai sekarang saya baru menyadari, mungkin karena faktor umur yg sudah dewasa dan mungkin sudah akan hampir memikirkan kehidupan rumah tangga, jadi perhatian saya ke alat kelamin saya lebih detail. Dan saya mendapati ternyata pemotongan kulit yg disunat di alat kelamin saya tidak rata, jadi posisi kanan kulup ada sedikit kulit yg masih menempel dengan batang kelamin mungkin lebar kulit itu 0,5cm, dan ada celah diantara kulup dan batang berikut saya gambarkan seperti ini http://img18.imageshack.us/img18/4460/ni9g.png jadi memungkinkan jari klingking saya bisa masuk.Mengetahui hal tersebut saya depresi dan ingin menggunting kulit yg menempel itu pas di pojok pertemuan kulit yg menempel dengan kulup, karena hanya sedikit.atau saya akan pergi ke dokter kulit dan kelamin untuk membereskan kulit sisa itu. lalu tindakan apa yang harus saya ambil, apakah melakukan operasi lagi, dengan memotong kulit tersebut, atau dibiarkan sajakah? dan juga apakah nantinya saat berhubungan intim hal tersebut mengganggu dan akankah kulit itu tertarik saat berhubungan intim? karena yang saya takutkan seperti pada gambar diatas itu, mengalami nyeri dan senut-senut, tetapi sebenarnya jika jika kondisi normal, atau saat tegang/saat saya mansturbasi tidak terasa apa-apa, yang saya takutkan jika itu mengganggu saat saya berhungan intim, dan mengganggu kehidupan rumah tangga saya kelak. sekian dan terimakasih, mohon maaf jika ada kata-kata yg salah dan menyinggung dan saya mohon meminta rekomendasi dokter kulit dan kelamin di Semarang serta berapa biaya konsultasi untuk hal tersebut?
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Sunat / sirkumsisi merupakan suatu prosedur yang bertujuan untuk membuang bagian ujung dari kulit penis. Hal ini selain merupakan tradisi suatu agama tertentu, juga memiliki beberapa manfaat. Dengan disunat, pada umumnya sensasi kenikmatan seksual yang dirasakan akan lebih baik. Selain itu terdapat bukti bahwa dengan disunat dapat mengurangi risiko untuk terkena beberapa penyakit menular seksual dan HIV. Selain itu, dari segi higienis, umumnya seseorang yang disunat akan memiliki higienisitas yang lebih baik. 

Pada umumnya tindakan sirkumsisi tidak akan menimbulkan kelainan pada fungsi alat kelamin karena yang dibuang hanyalah bagian ujung dari kulit luar penis. Akan tetapi, seperti halnya prosedur pembedahan lain, apabila tidak dilakukan dengan hati-hati juga dapat timbul kecelakaan yang dapat menimbulkan luka/perubahan bentuk seperti yang Anda alami saat ini.

Terdapat tiga macam metode sunat, yang pertama adalah sistem cincin dimana ujung kulit penis dijepit dengan sebuah alat sehingga jaringan ujung kulit tersebut mati karena tidak mendapatkan suplai darah, dan akhirnya lepas sendiri. Sedangkan cara kedua adalah dengan menggunakan metode kauter dan laser, yaitu sunat dengan menggunakan energi panas. Keuntungan dari metode ini adalah lama prosedur yang cepat dan bersih, dalam arti, tidak keluar darah dalam jumlah banyak. Namun, proses penyembuhan jaringan nantinya akan lebih lama, karena sebetulnya darah diperlukan dalam proses penyembuhan tersebut.

Metode terakhir adalah metode konvensional yang menggunakan gunting serta jahitan. Kebersihan atau kesterilan dari cara ini tergantung dokter yang melakukan. Semua dokter dapat melakukan metode ini dan dapat dilakukan dengan fasilitas terbatas. Sedangkan metode laser hanya dapat dilakukan di pusat pelayanan kesehatan besar seperti Rumah Sakit dan dilakukan oleh dokter yang telah memiliki kompetensi dalam tindakan tersebut. Karena dilakukan pembiusan lokal, metode sunat manapun tidak terasa sakit sewaktu dikerjakan.

Mengenai perbedaan bentuk, sebenarnya murni permintaan subyek yang ingin disunta. Secara kelimuan tidak akan ada perbedaan fungsi antara yang disunat dengan bentuk tertentu atau disunat secara konvensional.

Mengenai waktu penyembuhan pasca sunat, bervariasi tergantung metode yang digunakan. Secara umum, metode laser memiliki waktu penyembuhan lebih cepat daripada metode konvensional. Secara umum penyembuhan akan memakan waktu 4-7 hari. Bukan berarti bahwa selama fase penyembuhan tidak boleh beraktivitas atau tidak boleh memakai celana. Hanya hindari aktivitas berat, sedangkan aktivitas ringan sehari-hari sudah dapat dilakukan sesudah sunat.

Untuk itu kami menyarankan Anda untuk mengunjungi dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk menghindari bias/promosi di website ini kami tidak dapat merekomendasikan dokter/rumah sakit/klinik tertentu sebagai sarana rujukan. Untuk memudahkan Anda, Anda dapat menggunakan fitur cari dokter yang ada di website kami/

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klik Dokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar