Sukses

Tidak haid

14 Oct 2013, 16:09 WIB
Wanita, 19 tahun.
mengapa haid saya kurang lancar. dulu pernah tidak mengalami selama 7 bulan. waktu saya konsultasikan ke dokter umum, saya hanya di beri vitamin aja. berupa kapsul kuning dan harus di konsumsi setiap hari. al hasil saya mengalami menstruasi tp lebih dari 7 hari. waktu saya hentikan pemakaian obatnya. siklus menstruasi saya terganggu lagi. dan sekarang belum jua menstruasi. menurut dokter, apa itu sebuah sindrom, atau bakal sebuah penyakit kanker ? dan bagaimana penanganannya ? mohon bantuannya
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea atau jumlah darah menstruasi sedikit), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa.

Faktor-faktor risiko terjadinya amenore sekunder antara lain:

  • Aktivitas fisik yang terlalu berat (ekstrem)
  • Terlalu kurus (lemak tubuh kurang dari 15 – 17%). Keadaan ini mempengaruhi proses pembentukan hormon. Jika seorang perempuan mengalami kelainan makan, seperti anoreksia atau bulimia, perubahan hormonal yang disebabkan dapat berujung pada berhentinya menstruasi.
  • Obesitas. Adanya jaringan lemak yang berlebih pada seorang yang mengalami obesitas juga mempengaruhi proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur).
  • Stress psikis. Stress dapat mempengaruhi fungsi hipotalamus sehingga menstruasi berhenti. Karena itu jika stress berkurang, menstruasi muncul kembali.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antidepresan, antipsikotik, obat kemoterapi, dan kortikosteroid oral.

Kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk dilakukan wawancara medis mendetil, pemeriksaan fisik, dan  pemeriksaan penunjang yang diperlukan sehingga segera diketahui apa yang menjadi penyebab amenore sekunder Anda. Amenore sekunder memang dapat menjadi penyebab ketidaksuburan pada wanita, untuk itu, semakin cepat diketemukan penyebabnya maka dapat segera mendapatkan penanganan yang optimal.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (NO)

Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter

 

 

 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar