Sukses

Perdarahan Pasca Berhubungan

20 Oct 2014, 06:26 WIB
Wanita, 27 tahun.
Dok, saya lanjut yang kemarin dok... saya periksa bulan juni 2013 suami blm diperiksa,,insyaAllah sabtu itu mau tes analisis sperma... hubungan sex kami lakukan biasanya klo habis haid bisa setiap hari selama 3 hari berturut2,,setelah itu kira2 2 hari sekali,,kadang2 3 hari sekali... iya dok,keluhan menjelang haid hanya saya rasakan 1 minggu sebelum haid,,tapi rasanya aneh,,karena saya sampai susah buang air besar dan rasa buang air kecil yang tertahan... masalah pendarahan setelah berhubungan itu terjadi di bulan agustus 1 x setelah berhubungan darah keluar terus selama 2 hari tapi tidak banyak,,(kayak haid sudah mau habis)tapi darahnya merah segar... bulan september 1x, kanya ketika selesai berhubungan,dan darahnya segar juga...(besok paginya sudah tidak ada lagi). kira2 berbahaya g y dok???
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Saudari yang terhormat.

Terimakasih atas pertanyaan Anda. Bila keluhan darah  keluar setelah berhubungan kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding. Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Postcoital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual  belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet. 

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :

 

  1. Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  2. Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  3. Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  4. Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  5. Kanker leher rahim
  6. Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  7. Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Mengingat usia Anda masih muda, kemungkinan diagnosis vaginitis atropi dapat disingkirkan. Kanker leher rahim pun kecil kemungkinannya. Kemungkinan-kemungkinan ini masih harus disingkirkan satu persatu untuk mencari penyebab utama perdarahan pasca hubungan ini. Saran saya adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.(PNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar