Sukses

Restless Leg Syndrome

19 Oct 2014, 12:09 WIB
Pria, 54 tahun.
Jika badan saya merasa lelah atau kurang sehat, misal, gejala flu, kemudian saya istirahatkan dengan merem (posisi tidur atau duduk santai). Anehnya, setelah beberapa menit masih dalam keadaan sadar (belum tidur) kaki atau pinggang saya spontan bergerak (bahasa Sunda ngagurubug)seperti gerakan kalau kita geli karena tersentuh, sampai tempat tidur pun bergerak. Anehnya lagi, mulut pun bersuara UH keras hingga istri saya sering kaget. Bahkan, 10 tahun yang lalu kaki bertepuk beberapa kali. Apa yang tejadi dengan syaraf saya? Saya 1 hari satu bungkus rokok kretek. Tidak minum kopi hitam. terima kasih.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Saudara yang terhormat,

Terimakasih  atas pertanyaan Anda. Gangguan pada kaki yang menyerang menjelang tidur dikenal dengan nama, Restless Leg Syndrome. Gejala awal Restless Leg Syndrome ditandai dengan rasa tidak enak pada kaki. Anehnya ganguan ini hanya terjadi pada malam hari menjelang tidur. Bentuk gangguannya bisa macam-macam. Bisa jadi terasa seperti semut sedang menggerayangi, yang lain mengatakan kaki terasa hangat dan pegal-pegal. Empat perlima penderita RLS juga mengalami gerak periodic limb movement in sleep (PLMS). Secara periodik, kaki akan bergerak-gerak sendiri dalam tidur.

Gangguan-ganguan ini akan menghilang bila penderita bangkit dari tempat tidur dan mulai berjalan-jalan. Namun saat kembali ke tempat tidur, gangguan kembali dirasakan. Inilah yang menyebabkan penderita Restless Leg Syndrome tidak dapat beristirahat. Penyebab utama gangguan tidur ini adalah kurangnya neurotransmitter di otak yang disebut  dopamin. Selain itu, kurangnya zat besi juga dapat meyebabkan gangguan ini..  

Gangguan ini biasanya hanya menyerang orang dewasa usia antara 30-40 tahun. Restless Leg Syndrome dapat disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan. Obat-obatan ini sejenis dengan obat yang digunakan untuk mengobati parkinson.

Belum tentu keadaan ini yang menyebabkan keluhan Anda. Untuk memastikan penyebab keluhan Anda, kami menyarankan Anda mengunjungi dokter spesialis saraf. Perlu dilakukan pemeriksaan fisis dan wawancara medis yang lebih lengkap.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.(PNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar