Sukses

Batuk Kronis

19 Oct 2014, 22:29 WIB
Pria, 25 tahun.
saya batuk di bln 3 yg lalu thn ni, tp batuk saya ampe 3 bln blm berhenti hingga suara saya hilang. smua obt batuk udh sya konsumsi. trus saya di akhir bln 6 ne brobat ke spesialis paru. sya di rontgen n divonis Infeksi Paru ma dokter. slma bulan puasa batuk saya sembuh 95% stlh berobat n mnum obt dokter tersebut. saya di suruh kontrol, tp sy tdk dtg berhubung uang tdk ada n sy merasa batuk nya udh sembuh. tp hbs lebaran, batuk nya kumat lg tp tdk separah yg pertama. stlh sy mengkonsumsi jus kulit manggis batuk nya udh mulai reda. apakah sya ni terkena TBC ya dok..?? tp tanda2 TBC tdk ada pd saya, ya paling cuma batuk n selera makan berkurang karna demam, terkadang seh batuk saya berdahak.. tolong saya dok.. BATUK JENIS APA YG SAYA DERITA DOK..??
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Saudara yang terhormat,

 

Terimakasih atas pertanyaan Anda. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap, dan sebagainya. Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernafasan, telinga). Batuk yang anda alami termasuk di dalam batuk kronis karena sudah lebih dari 2 minggu. Penyebab batuk kronis bermacam-macam, diantaranya adalah:

  1.    Alergi
  2.    Asma
  3.    Tuberkulosis (TBC)
  4.    Bronkitis (radang pada bronkus-saluran udara ke paru-paru)

 

Apakah Anda ada kontak dengan penderita TBC? Apakah ada gejala keringat malam? Apakah ada penurunan berat badan? Apakah Anda sudah dilakukan pemeriksaan rontgen paru serta pemeriksaan dahak? 

 

Sulit untuk menentukan penyebab batuk pada Anda tanpa wawancara medis yang lengkap, melakukan pemeriksaan fisis, serta pemeriksaan penunjang seperti laboratorium dan rontgen dada. Namun, dari informasi yang Anda sampaikan, kemungkinan tuberkulosis paru belum dapat disingkirkan. 

 

 

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis yang bersifat sistemik, yang dapat bermanifestasi pada hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer.

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang menderita Tuberkulosis, antara lain:

  • Penurunan daya tahan tubuh: Hal in dapat disebabkan oleh penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh seperti HIV/AIDS, diabetes, atau pengobatan jangka lama dengan imunosupresan seperi kortikosteroid, pengobatan arthritis atau obat-obatan kemoterapi.
  • Kontak dengan orang lain yang terinfeksi Tuberkulosis (yang tidak diterapi), umumnya orang yang sehari-hari berada di sekitar Bapak seperti anggota keluarga, teman, tetangga, atau rekan kerja.
  • Konsumsi obat-obatan terlarang atau alkohol untuk jangka waktu yang lama (menurunkan daya tahan tubuh)
  • Kurang gizi (malnutrisi)
  • Merokok (mempengaruhi daya tahan paru)

Tuberkulosis dapat disembuhkan secara tuntas, dengan ketentuan faktor-faktor risiko yang disebutkan di atas dapat dihilangkan: penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh ditatalaksana, berhenti merokok, konsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol, termasuk menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan gizi seimbang dengan jumlah yang cukup, dan minum obat secara teratur sampai tuntas.

Pengobatan Tuberkulsis paru yang tidak berat cukup digunakan 3 jenis obat anti tuberkulosis (OAT) dalam jangka waktu terapi 6 bulan, sedangkan untuk Tuberkulosis berat atau ekstrapulmonal digunakan 4 atau lebih OAT dalam jangka waktu 9-12 bulan. Bakteri TB tumbuh lambat dan dapat hidup berbulan-bulan walaupun sudah terkena antibiotika (bakteri TBC memiliki daya tahan yang kuat). Walaupun gejala penyakit TBC sudah hilang, pengobatan tetap harus dilakukan sampai tuntas, karena bakteri TB sebenarnya masih berada dalam keadaan aktif dan siap membentuk resistensi terhadap obat. Jika pengobatan dihentikan sebelum waktunya atau sering lupa minum obat, bakteri TB dapat menjadi resisten sehingga lebih berbahaya dan sulit untuk diterapi. Karena itu dukungan keluarga sangat penting dalam pengobatan pasien TB.

Penjelasan yang lebih lengkap mengenai Tuberkulosis dapat Bapak baca di rubrik kami ini:https://www.klikdokter.com/illness/detail/206.

Kami menganjurkan Anda mengunjungi kembali dokter penyakit dalam yang menangani Anda sebelum ini. Mintalah penjelasan yang lengkap mengenai penyakit serta obat yang diberikan. Jangan pikirkan masalah biaya. Saat ini sudah ada layanan jaminan untuk memastikan semua orang mendapatkan pelayanan kesehatan.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu.(PNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar