Sukses

Buta warna dan tes CPNS

19 Oct 2014, 18:59 WIB
Pria, 20 tahun.
Dok yang mau saya tanyakan ttg buta warna parsial. Sebenarnya apa penyebab sehinggaa seseorang bisa terkena dan knp disetiap pendftran cpns di haruskan tdk buta warna padahal tak semua pkrjaan tsb berhubungan dgn kshtn. Ok lah klau pkrjaan yg berhubungan dgn dunia kshtan tak menerima yg terkena pnykt tersbut akan tetapi coba di pndftran cpns untuk urusan marketing dan acounting, knp diharuskan tdk buta warna ? pdhl tdk berkaitan dgn nyawa seseorang yg mrka krjakan kedpnnya...
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Buta warna dapat bersifat total atau parsial. Buta warna total berarti seseorang hanya dapat melihat hitam-putih (gradasi warna abu-abu) dan sangat jarang ditemukan. Pada orang dengan buta warna parsial, terdapat beberapa warna yang tidak dapat dibedakan. 

Sel-sel yang fotosensitif pada mata disebut dengan konus. Keberadaannya membuat kita dapat melihat warna. Konus terletak pada bagian tengah/pusat retina dan mengandung pigmen fotosensitif yang dapat mendeteksi warna merah, hijau, dan biru. Penderita buta warna mengalami kekurangan atau tidak adanya pigmen-pigmen tersebut. 

Umumnya, gangguan penglihatan warna merupakan kelainan bawaan (genetik). Dalam beberapa kasus, keadaan ini dapat "didapat" seperti pada proses penuaan, gangguan mata tertentu (glaukoma, degerasi makular, katarak, atau retinopati diabetes), cidera pada mata, dan efek samping beberapa obat. 

Buta warna yang diturunkan (genetik) tidak dapat disembuhkan atau dikoreksi. Beberapa gangguan penglihatan warna yang didapat dapat ditangani, tergantung penyebabnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk "mengakali" keadaan buta warna parsial adalah dengan penggunaan lensa kontak warna (untuk membantu membedakan warna) atau kacamata yang memblok cahaya yang menyilaukan mata.

Terkait dengan buta warna dengan tes penerimaan cpns, hal tersebut kembali lagi sangat bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan atau institusi penerimaan. Kami sebagai tenaga dokter hanya menyarankan dan memberikan pertimbangan namun tidak berwenang melakukan kebijakan terkait masalah tersebut. 

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter


    0 Komentar

    Belum ada komentar