Sukses

Vagina Gatal

26 Sep 2013, 22:56 WIB
Wanita, 24 tahun.
Dok saya ingin bertanya apabila daerah vagina gatal2 dapat mengakibatkan penyakit serius ya dok... thanks apri
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Vagina yang gatal dapat disebabkan oleh banyak penyebab. Seandainya memang Infeksi Menular Seksual disingkirkan, maka kemungkinan yang ada adalah infeksi jamur, virus, bakteri, alergi, atau perlukaan akibat kelembaban yang meningkat. Biasanya infeksi-infeksi tersebut diikuti dengan keluhan lain seperti keputihan.

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.
 
Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.
 
Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.
 
Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, seperti:
  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Seandainya memang tidak ada keputihan, maka untuk sementara ini cobalah lebih menjaga kebersihan kemaluan. Mungkin saja ini hanya sedikit gangguan akibat kondisi lembab dan kurang bersihnya kemaluan. Apabila keluhan tersebut tidak kunjung membaik, maka sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengetahui penyebab keluhan anda.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.(PNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar