Sukses

Epilepsi dan Kesuburan

19 Oct 2014, 11:06 WIB
Pria, 25 tahun.
Selamat siang dok, saya sudah menikah 2thn dan blm dikaruniakan keturunan, saya mau Tanya dok suami saya mempunyai riwayat penyakit kejang dan sudah kurang lebih 10 tahun suami saya minum obat setiap hari, apakah mempengaruhi kesuburan spermanya? Kalo iya apa solusinya untuk mendapatkan keturunan ? terima kasih dok
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Saudari yang terhormat,

Terimakasih atas pertanyaan Anda. Menurut penelitian, sedikitnya hanya sekitar 85% pasangan suami istri yang akan hamil dalam satu tahun pertama pernikahan dan 92% pada tahun kedua pernikahan. Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer (gangguan kesuburan) apabila telah memenuhi kriteria berikut, yaitu: belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi. Sudah berapa lama Anda menikah? Bagaimana dengan frekuensi Anda dan suami melakukan hubungan seksual?

Jika Anda dan suami sudah menikah lebih dari 1 tahun dan telah melakukan hubungan seksual dengan frekuensi yang teratur, maka Anda dan suami perlu mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemeriksaan fertilitas. Evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebabnya perlu dilakukan baik dari pihak suami maupun istri. Seringkali diperlukan pemeriksaan USG rahim, juga terdapat pemeriksaan lain seperti HSG ataupun kadar hormon. Selain Anda, suami Anda juga perlu menjalani beberapa pemeriksaan seperti anatomi organ reproduksi dan analisis sperma. Pemeriksaan analisis sperma dapat menjadi acuan informasi mengenai kesehatan sperma.

Mengenai riwayat kejang pada suami, memang beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara epilepsi dengan kesuburan. Bagaimana hubungannya?

  • Obat epilepsi carbamazepin dan oxcarbazepine dapat mengurangi jumlah sperma atau mempengaruhi kualitasnya. Sodium valproat juga dikatakan dapat mempengaruhi jumlah sperma.
  • Kadar hormon testosteron dapat rendah

Untuk mengetahuinya, kami menganjurkan Anda dan suami mengunjungi dokter kebidanan dan kandungan yang ahli dalam hal fertilitas untuk dilakukan evaluasi yang menyeluruh (melakukan pemeriksaan-pemeriskaan yang disebutkan di atas). Bila sudah diketahui hasilnya, kita baru dapat menentukan langkah berikutnya. Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.(PNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar