Sukses

Kolesterol LDL vs. Kolesterol HDL

19 Oct 2014, 20:02 WIB
Pria, 23 tahun.
Dear Dokter, setelah membaca pnjelasan dokter di https://www.klikdokter.com/inbox/read/2013/09/23/23022/kolesterol--tidak-berbahaya- , saya ingin meluruskan bahwa konsep seperti yang dikemukakan oleh dokter tersebut sudah saya ketahui sejak lama. Namun, dengan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran dengan membaca artikel-artikel kesehatan, saya mendapatkan informasi bahwa kolesterol tidak sesimpel LDL (si jahat) dan HDL (si baik). Para ahli, dengan kumpulan penelitian terbaru, memaparkan bahwa kolesterol tidak berhubungan dengan penyakit jantung. Bahkan, Peneliti menyatakan dengan ekstrim "THE MORE CHOLESTEROL YOU HAVE, THE MORE YOU LIVE". Peneliti juga beranggapan bahwa peneliti (dokter jaman dulu) telah salah mengambil kesimpulan pada kolesterol. Dengan kesalahan tersebut, dokter juga salah dalam memeriksa kadar kolesterol (menurut pendapat ahli). Menurutnya, LDL itu tidak jahat, LDL dibagi dua yaitu LDLa (partikelnya besar), dan LDLb (partikelnya kecil). menurut para Ahli saat ini, LDLb lah yg bisa menyebabkan plak pada pembulu darah. Namun, menurut daya tangkap saya sebagai orang awam, LDLb tidak akan menjadi plak jika tidak ada inflamasi/radang di pembulu darah (menurut para ahli inflamasi disebabkan oleh trans fat, rasio yg besar antara omega 3dan6, rokok, polusi, stress) untuk para pembaca, mohon googling 'Cholesterol myth/mitos kolesterol'. saya telah membaca beberapa artikel dan juga dialog-dialog di youtube. Menurut saya ada pentingnya hal ini dibicarakan oleh IDI, dan lalu menyimpulkan sosialisasi dan penelitian apa yang diperlukan,karena penemuan ini kontradiktif sekali. berikut link-link yang saya baca. Namun sejujurnya saya belum mendapatkan kesimpulan yang kongkrit dari hasil jelajah saya: https://www.youtube.com/watch?v=AwkBB2Z6914 https://www.youtube.com/watch?v=17CUFIKdOkM http://www.epochtimes.co.id/kesehatan.php?id=1146 http://www.cbn.com/cbnnews/healthscience/2012/october/cholesterol-myth-what-really-causes-heart-disease/ Dr oz menyatakan tayangan ini adalah tayangan yang paling penting di sepanjang sejarah episode pembahasan kolesterol di acara dr oz tsb, karena sangat kontradiktif dengan pembahasan dia selama ini. https://www.youtube.com/watch?v=h27dFGzZ3PQ ada juga buku yang menerangkan hal tersebut. Tampaknya, buku itu belum ada di Indonesia: http://www.amazon.com/The-Great-Cholesterol-Myth-Disease/dp/1592335217 mohon bantuannya dokter, terima kasih.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Bapak/Saudara yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Saya sangat menghormati ketertarikan Anda. Untuk itu ijinkan kami untuk membantu Anda memahami hal ini. Peran kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) sampai saat ini sangat jelas terhadap risiko terjadinya penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Kolesterol LDL meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.

Nampaknya yang Anda maksudkan dengan LDLb adalah molekul LDL yang teroksidasi. Molekul LDL yang teroksidasi memang merupakan molekul LDL yang akan menumpuk di dinding pembuluh darah dan akan membentuk plak sehingga dapat menyumbat pembuluh darah jantung. Proses oksidasi ini diakibatkan karena radikal bebas yang didapatkan dari rokok, polusi, bahan pengawet dan bahan pewarna. 

Sedangkan kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) adalah molekul kolesterol yang 'mengambil' kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) untuk dikembalikan ke hati sehingga tidak tertumpuk di pembuluh darah.

Semakin banyak LDL teroksidasi dalam tubuh dan semakin sedikit molekul HDL maka akan banyak molekul LDL teroksidasi yang masih tertinggal di pembuluh darah.

Itulah mengapa LDL dan HDL dikatakan sebagai kolesterol "jahat" dan kolesterol "baik".

Kontroversi yang ada di dalam dunia akademik adalah peran lemak jenuh terhadap penyakit kardiovaskular. 

Ya, tubuh kita masih tetap memerlukan kolesterol untuk membentuk hormon, regenerasi sel dan pembentukan cairan empedu. Namun, yang masih menjadi kontroversi adalah, apakah konsumsi kolesterol secara umum mempengaruhi kadar LDL di dalam darah. Penelitian-penelitian memang masih banyak dilakukan mengenai peran lemak jenuh terhadap penyakit kardiovaskular, namun peran LDL sudah sangat jelas sehingga panduan (guidelines) mengenai kontrol kolesterol terhadap risiko terjadinya penyakit kardiovaskular tidak mengalami perubahan (yaitu dari AHA -American Heart Association, Persatuan Dokter Penyakit Dalam), apalagi pada mereka yang memiliki faktor risiko seperti diabetes mellitus (penyakit gula darah) dan adanya masalah metabolik.

Karena belum dapat ditentukan apakah konsumsi kolesterol secara umum mempengaruhi kadar LDL dalam tubuh maka konsumsi kolesterol yang berlebihan tidak dapat dinyatakan aman terhadap kesehatan.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar