Sukses

Susu Formula & BAB Anak

20 Oct 2014, 09:34 WIB
Pria, 1 tahun.
Dear Dokter, pada saat putra saya berusia 6 bulan sempat tampak ada bentol bentol merah saat makan (MPASI instant) mengandung susu sapi. saat usianya menginjak 10 bulan, karena anak saya susah makan, maka minum ASI nya sangat banyak hingga stock ASi saya tidak cukup lalu kami memutuskan memberinya Susu Formula. 1 bulan pertama diberi SUFOR Merk A - bayi saya mengalami konstipasi, 4-5 hari sekali baru BAB lalu kami putuskan ganti Merk B - tetapi malah jadi Diare, BAB nya encer dan lebih dari 5x dalam 1 hari mohon sarannya apakah itu salah satu tanda intolerance lactose? susu formula apa yang sebaiknya diminum? ada yang menyarankan mencoba SGM LLM+ apakah itu bisa diminum untuk jangka panjang??
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Ibu yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

Salam saya untuk buah hati Anda. Anda tidak perlu khawatir selama bayi Anda tetap tampak sehat, berat badan tetap bertambah, perut tidak kembung dan bayi Anda tidak rewel. Perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi adalah wajar sebenarnya, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari. Jadi frekuensi BAB anak Ibu seperti yang Ibu terangkan sebenarnya masih tergolong normal asalkan tidak disertai keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dan tidak adanya ampas pada feses, dll. Tentu saja, BAB tergantung dari asupan dan juga cara pembuatan susu formula.

Apalagi susu formula memang lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Jika anak Anda diberikan susu formula, Anda dapat menyiasatinya dengan memberikan susu formula yang lebih encer (tidak terlalu kental) agar lebih mudah dicerna, dan pastikan agar bayi Anda tidak kurang minum. 

BAB meningkat setelah minum susu formula adalah wajar terjadi asalkan BAB anak Anda tidak berupa air, berbau busuk, dan mengandung darah. Intoleransi laktosa merupakan keadaan kurangnya enzim laktase yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna laktosa (gula susu) yang terkandung di dalam susu. Laktosa yang tidak terproses tersebut akan bertahan di dalam usus dan mengalami fermentasi, sehingga usus terasa tidak nyaman, termasuk sakit perut, kembung, sering buang angin dan diare. Bagaimana dengan anak Anda? Selain mempertimbangkan masalah intoleransi laktosa juga perlu diperhatikan faktor lain seperti pembuatan susu formula apakah terlalu pekat sebelumnya, juga perlu dipertimbangkan perkembangan usia yang memang disertai dengan perubahan frekuensi BAB. 

Demikian informasi disampaikan, semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar