Sukses

Haid tidak lancar, ingin hamil

19 Oct 2014, 00:03 WIB
Wanita, 25 tahun.
Dear pak dokter, Saya seorang wanita umur 25 thun menikah 4 bulan yang lalu dan belum dikaruniai anak.dok dua bulan terakhir ini lama haid saya memendek awalnya 7 hari sekarang hanya 3 hari sudah bersih, meskipun hari pertama haid darahnya cukup banyak.bulan lalu haid saya mula tanggal 13 agustus tagl 17 sudah selesai,bulan ini tgl 11 september dan tgl 13 sudah selesai.Apa kira-kira penyebabnya dok?dan apakah itu berpengaruh pada fertilitas dok?
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

 Terimakasih atas pertanyaan Anda. 

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-8 hari.

Haid yang tidak teratur biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal. Gangguan hormon sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. Pada masa-masa itu merupakan variasi normal yang terjadi karena kurang baiknya koordinasi hormonal pada awal terjadinya menstruasi pertama dan menjelang terjadinya menopause, sehingga timbul gangguan keseimbaangan hormon dalam tubuh. Disamping itu, haid yang tidak teratur dapat juga terjadi pada :

  • Gangguan indung telur, misal: Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)
  • Stress dan depresi
  • Sakit kronik
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Penurunan berat badan berlebihan
  • Olahraga berlebihan, misal atlit
  • Adanya tumor yang melepaskan estrogen
  • Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah menstruasi
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • dsb

Pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Pada umumnya, disamping mengatasi faktor yang menjadi penyebab, penderita oligomenorea juga akan diterapi dengan menggunakan terapi hormon, diantaranya dengan mengkonsumsi obat kontrasepsi. Jenis hormon yang diberikan akan disesuaikan dengan jenis hormon yang mengalami penurunan dalam tubuh (yang tidak seimbang). Pasien yang menerima terapi hormonal sebaiknya dievaluasi 3 bulan setelah terapi diberikan, dan kemudian 6 bulan untuk reevaluasi efek yang terjadi.

Untuk fertilitas memang dapat dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hormon, namun dapat dipengaruhi oleh banyak hal.

Untuk memperbesar kemungkinan terjadinya kehamilan, Anda dapat melakukan beberapa cara seperti berikut:

  • Merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga.

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Anda ingin hamil.

  • Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).

  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas, Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

  • Ketahui masa subur Anda, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas).Masa subur adalah masa dimana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur Anda, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid Anda dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan intim terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu.

Dikatakan infertil bila dalam setahun anda tidak dikarunai anak walaupun secara reguler melakukan hubungan intim tanpa alat pelindung. Namun tidak ada salahnya bila sekarang anda ingin memeriksakan diri anda ke dokter kandungan dan kebidanan untuk melihat keadaan organ kewanitaan anda. 

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. (EA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar