Sukses

Mencegah Anak Lahir Dengan Bibir Sumbing

16 Dec 2015, 13:47 WIB
Pria, 32 tahun.

Dear klik dokter. saya mau konsultasi, suwaktu istri saya melahirkan anak 1, alahmadulilah anak saya sehat, tetapi mengalami bibir sumbing dan rongga langit mulutnya bercelah. Syukur almahudlilah juga sudah di operasi dengan lancar. anak saya sudah berumur 3 tahun. Yang ingin saya tanyakan ? 1. Kenapa bisa anak saya mengalami seperti itu ? 2. Istri saya sekarang ingin proses kehamilan ke 2, langkah-langkah apa sebelumnya, supaya tidak mengalami sebelumnya ? Jujur saya masih trauma dan takut, mengalami seperti itu lagi. Dan sebelumnya istri saya sewaktu belum menikah, sering tidur dengan kucing kampung peliharaannya, apakah itu juga termasuk penyebabnya ? Terima kasih atas, waktu yang diberikan, semoga klik dokter dapat memberikan jawaban dan informsai sesuai dengan keluhan saya. thanks Indra

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Bibir sumbing (cleft lip) adalah kelainan berupa celah pada bibir atas yang didapatkan seseorang sejak lahir. Bila celah berada pada bagian langit-langit rongga mulut (palate), maka kelainan ini disebut cleft palate. Pada cleft palate, celah akan menghubungkan langit-langit rongga mulut dengan rongga hidung.

Ada tiga jenis kelainan cleft, yaitu:

  • Cleft lip tanpa disertai cleft palate
  • Cleft palate tanpa disertai cleft lip
  • Cleft lip disertai dengan cleft palate

Sekitar separuh dari semua kasus cleft melibatkan bibir atas dan langit-langit sekaligus. Celah dapat hanya terjadi pada satu sisi (unilateral) atau pada kedua sisi (bilateral) bibir. Cleft lip dan cleft palate terbentuk saat bayi masih dalam kandungan.

Proses terbentuknya kelainan ini sudah dimulai sejak minggu-minggu awal kehamilan. Saat usia kehamilan mencapai 6 minggu, bibir atas dan langit-langit rongga mulut bayi dalam kandungan akan mulai terbentuk dari jaringan yang berada di kedua sisi dari lidah dan akan bersatu di tengah-tengah. Bila jaringan-jaringan ini gagal bersatu, maka akan terbentuk celah pada bibir atas atau langit-langit rongga mulut.

Sebenarnya penyebab mengapa jaringan-jaringan tersebut tidak menyatu dengan baik belum diketahui dengan pasti. Tapi faktor penyebab yang diperkirakan adalah kombinasi antara faktor genetik dan faktor lingkungan seperti obat-obatan , penyakit atau infeksi yang diderita ibu saat mengandung, konsumsi minuman beralkohol atau merokok saat masa kehamilan. Resiko terkena akan semakin tinggi pada anak-anak yang memiliki saudara kandung atau orang tua yang juga menderita kelainan ini, dan dapat diturunkan baik lewat ayah maupun ibu.

Cleft lip dan cleft palate juga dapat merupakan bagian dari sindroma penyakit tertentu. Kekurangan asam folat juga dapat memicu terjadinya kelainan ini.

Jika anda memiliki anak dengan cleft lip atau cleft palate, anda dapat melakukan konsultasi dengan ahli genetik untuk melihat adanya kemungkinan terjadinya kelainan yang sama pada anak berikutnya. Bagaimanapun, usaha pencegahan yang terbaik adalah dengan menjaga kesehatan ibu saat kehamilan. Hindari konsumsi minuman beralkohol dan merokok pada masa kehamilan.

Konsumsi asam folat sebanyak 400 mikrogram setiap harinya selama bulan sebelum konsepsi dan selama dua bulan pertama kehamilan dapat mengurangi resiko cleft lip dan cleft palate.

Istri Anda juga perlu memperhatikan konsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kelainan ini, yaitu obat anti epilepsi seperti phenytoin dan sodium valproate. Tablet steroid dan obat methotrexate (biasanya digunakan dalam pengobatan kanker dan penyakit peradangan tertentu) juga dapat meningkatkan resiko. Bila istri anda sedang mengkonsumsi obat-obatan tersebut, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokternya sebelum masa kehamilan.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar